Jakarta (DMS) – Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia, Ngabila Salama, mengungkap sejumlah tanda tubuh mengalami kelelahan yang kerap diabaikan serta langkah penanganannya agar kondisi tubuh kembali prima.
Menurut Ngabila, tubuh yang terlalu lelah biasanya memberikan sinyal yang dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, kelelahan kronis dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental.
“Tubuh yang terlalu lelah sering memberi tanda yang dianggap sepele. Bila diabaikan secara terus menerus, kelelahan kronis dapat meningkatkan risiko kesehatan fisik maupun mental,” kata Ngabila di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, beberapa tanda umum tubuh mengalami kelelahan antara lain mudah mengantuk pada siang hari, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, serta emosi menjadi lebih sensitif atau mudah marah.
Selain itu, tubuh yang kelelahan juga dapat ditandai dengan sakit kepala, pegal berkepanjangan, mata terasa berat, hingga meningkatnya frekuensi sakit akibat menurunnya daya tahan tubuh.
Ngabila menyebut salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas. Untuk mengatasinya, seseorang dapat menambah waktu tidur di akhir pekan guna membantu mengurangi “utang tidur” sementara.
Meski demikian, ia mengingatkan agar tambahan waktu tidur tidak dilakukan secara berlebihan karena dapat mengganggu ritme biologis tubuh.
“Namun, bila terlalu berlebihan sampai siang atau mengubah jam tidur drastis, ritme biologis tubuh bisa terganggu dan justru membuat tubuh lebih lemas saat kembali beraktivitas. Yang paling baik adalah menjaga jadwal tidur tetap konsisten setiap hari dan memperbaiki kualitas tidur secara bertahap,” ujarnya.
Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, Ngabila menyarankan agar seseorang tidur dan bangun pada jam yang relatif sama setiap hari.
Ia juga menganjurkan mengurangi penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur agar tubuh lebih rileks dan siap beristirahat.
Selain itu, suasana kamar sebaiknya dibuat nyaman, gelap, dan sejuk guna membantu meningkatkan kualitas tidur.
Ngabila turut mengingatkan agar menghindari konsumsi kopi, teh, maupun minuman berkafein pada malam hari karena dapat membuat tubuh tetap terjaga.
Tak hanya itu, olahraga ringan secara rutin juga disarankan untuk menjaga kebugaran, meningkatkan stamina, dan membantu tubuh tetap sehat.
Apabila keluhan kelelahan berlebihan berlangsung lama meski sudah cukup beristirahat, Ngabila menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Menurut dia, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain seperti anemia, gangguan tidur, stres, atau penyakit tertentu yang memerlukan penanganan medis.











