Istanbul (DMS) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah menyetujui pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp428,64 triliun yang selama ini dibekukan. Namun, keputusan tersebut hingga kini disebut belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat.
Informasi itu disampaikan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, dalam sebuah upacara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya. Pernyataan tersebut kemudian dilaporkan oleh kantor berita Fars News Agency pada Jumat.
Menurut Rezaei, konflik yang baru-baru ini melibatkan Iran justru memberikan dampak positif terhadap posisi negara tersebut di panggung internasional. Ia menilai situasi itu telah meningkatkan kemampuan pencegahan atau deterrence Iran sekaligus memperkuat pengaruhnya dalam percaturan global.
Rezaei bahkan mengklaim bahwa peningkatan kemampuan tersebut membuat Trump, yang ia sebut sebagai “penjudi”, kini lebih berhati-hati dan khawatir dalam melakukan negosiasi dengan Teheran.
Selain itu, Rezaei juga melontarkan kritik terhadap kebijakan Amerika Serikat yang menurutnya semakin dipengaruhi oleh Israel. Ia menuduh adanya lobi kuat dalam lingkaran pengambilan keputusan di Washington yang membuat Amerika Serikat pada praktiknya menjadi “koloni” dari rezim Zionis.
Pernyataan tersebut muncul di tengah berkembangnya pembahasan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan baru antara Iran dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa nota kesepahaman yang diusulkan dengan Washington dapat mengakhiri berbagai konflik di sejumlah front, termasuk di Lebanon.
Araghchi juga menilai kesepakatan tersebut berpotensi membuka jalan bagi dimulainya perundingan mengenai pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap Iran.
Di sisi lain, seorang pejabat senior pemerintahan Trump pada Jumat menyatakan bahwa Washington berharap dapat menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dalam beberapa hari ke depan.
Menurut pejabat tersebut, kesepakatan yang saat ini masih dalam proses perundingan juga diharapkan dapat mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu isu utama dalam hubungan kedua negara.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Presiden Trump terkait klaim mengenai persetujuan pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS tersebut.
DMS/AC











