Jakarta (DMS) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyoroti pentingnya peran perempuan dalam industri kreatif karena dinilai memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk arah serta nilai ekonomi kreatif nasional.
“Segala sesuatu yang kreatif pasti kan cantik-cantik. Yang punya mata untuk melihat yang bagus kaum perempuan, sedangkan kita juga membutuhkan kaum lelaki untuk memastikan yang indah-indah juga fungsional, itulah ekonomi kreatif,” kata Irene dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Irene saat menghadiri acara Srikandi Vol. 2 bertajuk Women Shaping Creative Ecosystem di Jakarta, Jumat (1/5).
Dalam kesempatan tersebut, Irene mengungkapkan sekitar 60 persen sektor ekonomi kreatif saat ini dipimpin oleh perempuan. Menurut dia, perempuan berperan besar dalam menghadirkan perspektif estetika sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam industri kreatif.
Dominasi perempuan, lanjutnya, terlihat jelas pada sejumlah subsektor seperti fesyen, kriya, dan kuliner.
Namun demikian, keterlibatan perempuan kini juga semakin berkembang di sektor kreatif lainnya, termasuk industri gim yang mulai melahirkan talenta-talenta perempuan berprestasi di tingkat internasional.
Irene menegaskan bahwa kesetaraan dalam industri kreatif tidak hanya diukur dari besarnya partisipasi perempuan, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam menciptakan dampak ekonomi nyata.
“Kreativitas harus mampu menciptakan nilai tambah dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan mengatakan kehadiran forum seperti Srikandi Vol. 2 menjadi ruang penting bagi pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor swasta untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan.
Menurut Veronica, pemerintah saat ini juga mendorong implementasi Program Care Ekonomi sebagai peta jalan untuk pengakuan, pengurangan, dan redistribusi beban pengasuhan atau konsep 3R guna meningkatkan kesetaraan gender dan partisipasi ekonomi perempuan.
“Dengan adanya kesempatan yang sama dan ruang seperti ini, kita bergerak bersama. Berkolaborasi dengan Kementerian Ekraf memastikan ruang itu ada untuk para perempuan. Program Care Ekonomi menjadi peta jalan yang harus dikembangkan agar perempuan memiliki akses, ruang bekerja, dan kesempatan yang lebih luas,” kata Veronica.
Srikandi Vol. 2 merupakan inisiatif Lippo Mall Nusantara yang dirancang sebagai platform kolaboratif untuk mempertemukan pelaku industri kreatif perempuan, pelaku UMKM, dan ekosistem gaya hidup dalam satu ruang terpadu.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat jejaring sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor bagi para pelaku industri kreatif perempuan.
Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Co-Founder Setali Indonesia sekaligus Movement Builder in Sustainable Fashion Intan Anggita Pratiwie, Chairman of Indonesian Floriculture Association Friesia Sutjiati Widjaja, serta Founder Fashion Crafty Jakarta dan Creative Education Enabler Megasandra Simanjuntak.
DMS/AC











