Jakarta (DMS) – Sebanyak 143.948 siswa dari 12.174 satuan pendidikan tercatat mengikuti Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dalam penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 2026.
Ketua Panitia Nasional PMB-PTKIN 2026, Abdul Aziz, menyatakan tingginya jumlah pendaftar ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap institusi pendidikan Islam.
“Masyarakat kini melihat PTKIN sebagai paket lengkap, mulai dari penguatan karakter keagamaan, biaya pendidikan yang terjangkau, hingga kualitas akademik berstandar global,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Ia mengungkapkan, berdasarkan survei terbaru, sebanyak 97,3 persen siswa meyakini kualitas PTKIN setara dengan perguruan tinggi umum unggulan. Sementara itu, 96,7 persen responden optimistis lulusan PTKIN memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global.
Menurut Abdul Aziz, tahun 2026 juga menjadi tonggak penting dengan diperkenalkannya inovasi pemetaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa. Langkah ini menjadikan PTKIN sebagai pelopor dalam mengintegrasikan aspek kesejahteraan psikologis dengan penilaian akademik.
“PTKIN tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi mental mahasiswa,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya jumlah pendaftar dari madrasah di bawah naungan Kementerian Agama melampaui pendaftar dari sekolah umum.
“Ini menunjukkan ekosistem pendidikan Islam semakin kuat. Kurikulum yang diterapkan kini berorientasi global, sehingga lulusan PTKIN memiliki peluang besar melanjutkan studi ke universitas ternama di luar negeri, termasuk di Inggris dan negara-negara Eropa,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, atas capaian PTKIN yang mulai masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik dunia.
Ia menilai, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat reputasi global PTKIN, termasuk melalui transformasi sejumlah kampus seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
“Kami ingin PTKIN menjadi pusat pendidikan Islam dunia. Kualitas yang dimiliki saat ini siap dipromosikan kepada komunitas internasional, termasuk melalui para duta besar negara sahabat, agar semakin banyak mahasiswa asing yang belajar di Indonesia,” ujar Kamaruddin.
DMS/AC











