Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Sebanyak 158 mahasiswa Universitas Dr. Djar Wattiheluw resmi menyandang gelar sarjana dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu Tahun Akademik 2025–2026 yang dipusatkan di Baileo Ir. Soekarno, Kota Masohi. Para wisudawan berasal dari tiga program studi, yaitu Ilmu Hukum,Ilmu Administrasi Niaga, dan Ilmu Administrasi Negara.
Acara wisuda tersebut turut dihadiri oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, bersama Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain Awat Amir menyampaikan harapan agar para sarjana Universitas Dr. Djar Wattiheluw dapat menjadi generasi yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman.
“Para wisudawan adalah bagian dari generasi emas Maluku Tengah yang harus berpikir kreatif, bekerja inovatif, dan berani menciptakan peluang baru di tengah perubahan dunia yang begitu cepat,” ujar Zulkarnain.
Ia menambahkan bahwa wisuda bukan hanya seremoni akademik semata, tetapi juga wujud dari perjuangan panjang yang ditempuh dengan ketekunan dan doa.
“Wisuda bukan sekadar prosesi akademik, melainkan perayaan atas perjalanan panjang yang ditempuh dengan dedikasi, ketekunan, dan doa. Ini bukan garis akhir perjuangan, tetapi titik awal dari pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat, daerah, dan tanah air,” katanya.
Bupati juga mengutip pesan Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai ilmu dan menjadikannya jalan untuk membebaskan manusia dari ketertinggalan.
“Pesan Bung Karno harus kita tanamkan dalam diri. Ilmu tidak hanya untuk pengetahuan, tetapi harus menjadi kekuatan pembebas dan pencerah kehidupan,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Dr. Djar Wattiheluw, Dr. Djar Wattiheluw, dalam sambutannya berharap agar pemerintah daerah memberikan dukungan lebih terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Maluku Tengah.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM, sebab kemajuan daerah sangat ditentukan oleh seberapa besar investasi kita dalam pendidikan,” ungkap Rektor.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Abdul Gani Wael, unsur Forkopimda Maluku Tengah, serta berbagai instansi vertikal lainnya.DMS











