Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Sekitar 160 hektar lahan persawahan milik warga di Desa Sari Putih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, terancam gagal panen. Bencana ini dipicu oleh jebolnya tanggul saluran irigasi utama beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan aliran air menuju sawah-sawah petani terganggu.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Maluku Tengah, Arsyad Selamat, mengonfirmasi kabar tersebut saat ditemui di kantornya, Selasa (30/7). Ia menyebutkan bahwa kerusakan pada saluran irigasi terjadi akibat tekanan debit air yang tinggi, sehingga tanggul tak mampu menahan derasnya arus, hingga jebol.
“Tanggul jebol karena debit air yang sangat tinggi, dan konstruksi yang ada memang sudah cukup tua. Akibatnya, seluruh sistem irigasi di daerah ini lumpuh total,” jelas Arsyad.
Menurut Arsyad, kerusakan irigasi tersebut sangat krusial karena sistem irigasi yang rusak tidak hanya berdampak pada satu atau dua petak sawah, melainkan melumpuhkan seluruh area pertanian padi di wilayah tersebut.
Saat ini, warga dan petani setempat berusaha keras untuk menyelamatkan tanaman padi mereka dengan mengambil air secara manual dari selokan-selokan kecil yang masih tersedia di sekitar area sawah. Namun, cara ini dinilai sangat tidak efektif untuk mengairi lahan pertanian seluas itu.
“Petani terpaksa menyiram sawah mereka dengan cara manual, menggunakan ember dan alat seadanya. Itu tentu tidak mencukupi. Kami sangat prihatin melihat kondisi ini,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dikabarkan sedang mengupayakan perbaikan darurat saluran irigasi yang jebol, namun keterbatasan anggaran dan kondisi geografis yang cukup menantang membuat proses tersebut belum berjalan optimal.
“Kami sudah menurunkan tim teknis dan sedang menyusun rencana anggaran darurat. Kami berharap pemerintah provinsi maupun pusat bisa segera membantu mempercepat perbaikan,” tambah Arsyad.
Sementara itu, petani di Desa Sari Putih hanya bisa berharap cuaca tetap mendukung dan tanaman mereka bisa bertahan hingga air irigasi kembali mengalir normal. Mereka juga mendesak pemerintah untuk bergerak cepat agar lahan-lahan subur itu tidak menjadi sia-sia.DMS











