Jakarta (DMS) – Ahli bedah jantung Jeremy London, M.D., mengungkapkan lima kebiasaan harian yang dinilai dapat mempercepat proses penuaan tubuh. Hal tersebut disampaikannya melalui unggahan di media sosial yang kemudian dikutip dalam siaran Eating Well pada Rabu (15/4) waktu setempat.
Menurut Jeremy, kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga berdampak pada kesehatan secara menyeluruh, mulai dari perubahan suasana hati, kerusakan sel, peningkatan peradangan, hingga memberi beban tambahan pada jantung dalam jangka panjang.
Berikut lima kebiasaan yang perlu diwaspadai:
1. Merokok dan vaping
Merokok maupun penggunaan rokok elektronik (vaping) disebut sebagai salah satu cara tercepat mempercepat penuaan. Kebiasaan ini menghasilkan metabolit beracun yang meningkatkan stres oksidatif serta merusak DNA. Kondisi tersebut dapat berdampak serius pada kesehatan jantung dan organ vital lainnya.
Stres oksidatif terjadi ketika kerusakan pada sel lebih besar dibanding kemampuan tubuh untuk memperbaikinya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempercepat penurunan fungsi tubuh secara keseluruhan.
2. Gaya hidup tidak aktif
Kurangnya aktivitas fisik dapat mempercepat proses penuaan. Penelitian menunjukkan bahwa tubuh yang jarang bergerak akan mengalami penurunan kemampuan dalam mendistribusikan nutrisi serta menurunnya fungsi mitokondria, yang berperan penting dalam produksi energi.
Sebaliknya, aktivitas fisik rutin dapat membantu menjaga kebugaran dan menurunkan risiko kelemahan fisik seiring bertambahnya usia.
3. Mengabaikan stres kronis
Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak hingga ke tingkat seluler. Selain memengaruhi kondisi mental, stres kronis juga dapat meningkatkan peradangan, mengganggu regulasi DNA, dan memperpendek telomer—struktur pelindung di ujung kromosom yang berkaitan erat dengan proses penuaan.
Beberapa penelitian bahkan mengaitkan stres berkepanjangan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
4. Kurang tidur
Tidur memiliki peran penting dalam proses pemulihan tubuh. Kurang tidur tidak hanya menurunkan energi, tetapi juga berdampak pada kesehatan jantung dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Jeremy menekankan bahwa tidur bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat. Oleh karena itu, menjaga kualitas dan durasi tidur menjadi kunci dalam memperlambat penuaan.
5. Pola makan yang buruk
Konsumsi makanan yang tidak sehat serta kelebihan berat badan, terutama lemak visceral di sekitar organ, dapat memicu peradangan, resistensi insulin, dan gangguan metabolisme.
Untuk menjaga kesehatan jangka panjang, dianjurkan menerapkan pola makan seimbang. Selain membantu menjaga berat badan ideal, pola makan sehat juga berperan penting dalam melindungi kesehatan jantung.
Secara keseluruhan, Jeremy menegaskan bahwa perubahan gaya hidup sederhana dapat memberikan dampak besar dalam memperlambat proses penuaan dan menjaga kualitas hidup.











