Elpaputih, Maluku Tengah (DMS) – Masyarakat adat dari lima negeri di Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dibangun di wilayah mereka.
Dukungan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap bersama dalam pertemuan yang berlangsung di Baileo Besar Ina Ama Latu Lailossate Negeri Waraka pada Selasa (2/6/2026).
Lima negeri yang terlibat dalam deklarasi tersebut adalah Negeri Waraka, Negeri Liang, Negeri Sahulau, Negeri Samasuru, dan Rumalait.
Kelima negeri adat tersebut merupakan wilayah yang memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan proyek karena berada di sekitar kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan program strategis pemerintah.
Pertemuan yang dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari masing-masing negeri itu bertujuan untuk menyampaikan sikap resmi masyarakat adat terhadap rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif selama proses pembangunan berlangsung.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan bersama, masyarakat adat menyampaikan dukungan terhadap pembangunan dua fasilitas industri pengolahan komoditas unggulan yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Maluku Tengah.
Kedua fasilitas tersebut adalah Pabrik Pengolahan Kelapa Terintegrasi dan Pabrik Pengolahan Pala yang dirancang untuk mendorong hilirisasi sektor perkebunan dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Pabrik Pengolahan Kelapa Terintegrasi direncanakan memiliki kapasitas pengolahan hingga 300.000 butir kelapa per hari. Fasilitas ini akan menghasilkan sejumlah produk bernilai ekonomi tinggi, seperti Medium Chain Triglycerides (MCT), tepung kelapa, dan arang aktif yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar ekspor.
Sementara itu, Pabrik Pengolahan Pala akan memproduksi oleoresin standar premium yang menjadi bahan baku penting bagi industri makanan, kosmetik, dan farmasi di tingkat nasional maupun internasional.
Masyarakat adat menilai pembangunan kedua fasilitas tersebut akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru yang dapat menggerakkan roda perekonomian di wilayah Maluku Tengah.
Berdasarkan pemaparan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, nilai investasi proyek diperkirakan mencapai sekitar Rp640 miliar.
Investasi tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja, baik pada tahap pembangunan maupun saat operasional industri berlangsung.
Proyeksi penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu alasan utama masyarakat adat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proyek.
Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat adat menyampaikan tujuh poin penting yang menjadi dasar dukungan mereka terhadap Proyek Strategis Nasional.
Poin pertama adalah dukungan penuh terhadap pelaksanaan PSN karena diyakini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah, dan pembangunan ekonomi Maluku secara berkelanjutan.
Poin kedua adalah dukungan terhadap keberadaan PTPN I Regional 8 sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan proyek. Masyarakat menilai perusahaan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan dan industri pengolahan yang akan dibangun di wilayah Maluku Tengah.
Poin ketiga menegaskan bahwa dukungan terhadap perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) tidak dapat diartikan sebagai bentuk penjualan, pelepasan, atau penghilangan hak-hak adat yang dimiliki masyarakat. Dukungan tersebut diberikan atas dasar pertimbangan manfaat yang akan diperoleh masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.
Pada poin keempat, masyarakat adat berharap agar berbagai pengalaman dan dinamika yang pernah terjadi pada masa lalu dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Harapan tersebut terutama berkaitan dengan aspek kesejahteraan masyarakat, pendidikan anak negeri, pemberdayaan masyarakat adat, serta berbagai kesepakatan yang pernah dibangun sejak masa PNP, PTP XXVIII hingga PTP XIV.
Poin kelima menekankan pentingnya memberikan prioritas kepada masyarakat adat dan masyarakat lokal dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Selain itu, masyarakat juga berharap dapat memperoleh kesempatan yang lebih besar dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi yang akan dijalankan seiring dengan hadirnya investasi tersebut.
Pada poin keenam, masyarakat menyambut baik pembangunan dua pabrik strategis tersebut sebagai langkah maju dalam mendorong hilirisasi industri kelapa dan pala di Kabupaten Maluku Tengah. Menurut mereka, pengembangan industri pengolahan di daerah akan memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan jika komoditas hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
Sementara itu, poin ketujuh menegaskan kembali dukungan penuh masyarakat adat terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Masyarakat memandang program tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus sebagai bagian dari upaya pembangunan yang membawa manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.
Melalui deklarasi tersebut, masyarakat adat Negeri Waraka, Negeri Liang, Negeri Sahulau, Negeri Samasuru, dan Negeri Rumalait menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan nasional yang tetap menghormati hak-hak adat, nilai budaya, serta kepentingan masyarakat lokal.
Mereka berharap pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku, mengedepankan prinsip kemitraan yang baik, dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat.
Deklarasi dukungan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi aktif masyarakat adat dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah.
Di sisi lain, pernyataan sikap tersebut juga menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan penghormatan terhadap hak-hak adat dapat berjalan secara seimbang melalui komunikasi, kerja sama, dan komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat.
Dengan adanya dukungan dari lima negeri adat di Kecamatan Teluk Elpaputih, pelaksanaan Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Maluku Tengah diharapkan dapat berjalan dengan lancar, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.
DMS











