Jakarta (DMS) – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan sebanyak 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil siap dioperasikan untuk memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini melibatkan berbagai mitra, sehingga tidak dapat langsung difokuskan hanya pada kelompok tertentu.
“Dalam pelaksanaannya, karena melibatkan mitra, tidak bisa langsung memprioritaskan kelompok tertentu saja. Saat ini kami siap mengoperasionalkan sekitar 900 SPPG di daerah terpencil,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan bahwa kategori daerah terpencil tidak hanya mencakup wilayah perbatasan, tetapi juga daerah tertentu di Pulau Jawa. Salah satu contohnya adalah Kecamatan Rongga yang berada di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Menurut Sony, seluruh SPPG tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi dalam waktu kurang dari satu bulan ke depan.
Lebih lanjut, ia menilai keterlibatan langsung masyarakat dalam program peningkatan gizi nasional ini terbukti efektif, baik dalam percepatan pelaksanaan maupun dalam memperluas manfaat yang dirasakan penerima.
“Anak-anak semakin banyak mendapatkan manfaatnya, dan yang paling penting adalah tumbuhnya ekonomi lokal,” katanya.
Sony juga mengimbau seluruh kepala daerah untuk menyesuaikan suplai bahan baku Program MBG dengan potensi dan kapasitas lokal. Ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam membangun sistem produksi yang dapat menyuplai kebutuhan SPPG di masing-masing wilayah.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung keberlanjutan program, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui pemberdayaan sumber daya lokal.










