Ambon, Maluku (DMS) – Suasana Pantai Hukurila, Sabtu (8/11/2025), tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, riuh sorak peserta dan semangat warga Jemaat GPM Bethania memenuhi pesisir pantai. Mereka datang bukan sekadar menikmati udara laut, tetapi untuk mengikuti Lomba Batarung Ikang Makang dalam rangka memperebutkan Piala Sammy Titaley Cup II.
Kegiatan tahunan yang penuh semangat persaudaraan ini diselenggarakan oleh Jemaat GPM Bethania, di bawah koordinasi dr. Denny Siegers bersama panitia pelaksana yang diketuai Edmon Parera.
Perlombaan secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Hukurila, Pdt. Etha Saimima, yang dalam sambutannya mengapresiasi semangat kebersamaan warga jemaat dalam menjaga tradisi dan kepedulian terhadap laut.
“Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang mendapat ikan terbanyak, tetapi tentang bagaimana kita merawat kebersamaan dan menghargai laut sebagai anugerah Tuhan,” ujar Pdt. Etha Saimima saat membuka kegiatan.
Sebanyak 38 peserta dari 19 unit jemaat GPM Bethania turut berpartisipasi. Mereka berkompetisi dengan penuh sportivitas, saling bersaing untuk mendapatkan hasil tangkapan terbaik di perairan Hukurila yang terkenal dengan kekayaan biota lautnya.
Salah satu penggagas kegiatan, dr. Denny Siegers, menjelaskan bahwa Lomba Batarung Ikang Makang telah menjadi agenda tetap setiap bulan November.
“Momentum ini bukan sekadar lomba memancing, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap almarhum Pdt. Sammy Titaley, sosok yang menginspirasi banyak jemaat lewat dedikasi dan pelayanannya,” jelas Denny.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran lingkungan.
“Kami ingin agar lewat kegiatan ini, warga jemaat makin peduli menjaga kelestarian laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Edmon Parera menuturkan bahwa lomba berlangsung lancar dan penuh semangat.
“Peserta sangat antusias. Semua mengikuti aturan dengan baik, dan penilaian kami lakukan secara objektif berdasarkan jenis ikan serta berat hasil tangkapan,” ujar Edmon.
Ia menjelaskan, jenis ikan yang menjadi objek penilaian antara lain garopa, mata bulan, kapas-kapas, sekuda, gaca, dan silapa—ikan-ikan yang banyak dijumpai di perairan sekitar Hukurila. Seluruh hasil tangkapan peserta kemudian ditimbang untuk menentukan siapa yang berhak menjadi juara.
“Peserta dengan berat hasil pancingan terbesar otomatis dinyatakan sebagai pemenang. Tahun ini, Juara I diraih Sektor Eden Unit 1, Juara II Sektor Hizkia Unit 1, dan Juara III juga dari Sektor Hizkia Unit 1,” tambah Edmon.
Panitia juga menyiapkan beragam hadiah menarik, mulai dari Piala Utama Sammy Titaley Cup II hingga doorprize yang disediakan bagi peserta dan warga jemaat yang hadir.
Setelah seluruh hasil penilaian diumumkan, kegiatan ditutup oleh Penatua Wellem Hendriks. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan warga jemaat yang telah menyukseskan acara tersebut.
“Semoga semangat kebersamaan yang kita bangun hari ini terus terpelihara. Kegiatan seperti ini mengingatkan kita bahwa iman juga hidup dalam kebersamaan dan karya nyata,” ujar Wellem.
Penutupan lomba kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama dan joget gembira, yang menambah keakraban antarjemaat. Tawa dan nyanyian memenuhi pantai, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di Pantai Hukurila.
Melalui kegiatan ini, Jemaat GPM Bethania tidak hanya merayakan kenangan terhadap sosok Pdt. Sammy Titaley, tetapi juga meneguhkan semangat untuk terus menjaga alam, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kebersamaan dalam iman dan karya.DMS











