Piliana, Maluku Tengah (DMS) – Raja Negeri Piliana, Agustinus Ililapotua, mendesak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera memperbaiki akses jalan menuju Negeri Piliana yang rusak parah sejak tahun 2022 hingga kini belum mendapat perhatian.
Ia menuturkan, Negeri Piliana terletak di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah — sebuah kawasan yang berada di kaki Gunung Binaiya, dan jalan akses menuju Piliana menjadi salah satu jalur krusial karena juga merupakan rute menuju puncak Gunung Binaiya yang banyak digunakan pendaki maupun wisatawan.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah. Jalan menuju Piliana semakin rusak dan membahayakan warga,” ujar Agustinus Ililapotua kepada wartawan di Piliana, Jumat (8/11).
Ia mengungkapkan, kondisi jalan yang semakin memburuk telah menyulitkan masyarakat dalam beraktivitas, terutama saat membawa warga yang sakit menuju pusat kesehatan di Kecamatan Tehoru.
“Kalau ada warga yang sakit parah, kami harus ekstra hati-hati membawa mereka keluar karena jalan berlubang dan licin saat hujan. Ini sangat memprihatinkan,” tambahnya.
Dikatakan Agustinus, kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 150 meter dari jalan utama menuju pemukiman warga di Negeri Piliana dinilai cukup parah. Banyak bagian jalan yang berlubang sehingga kendaraan roda empat sulit melintas.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jalan ini bukan hanya untuk warga Piliana, tapi juga digunakan wisatawan yang menuju Air Ninivala dan pendaki Gunung Binaiya,” tegasnya.
Kondisi jalan rusak ini bahkan pernah memicu kecelakaan fatal. Pada November 2023, sebuah truk yang mengangkut 41 orang terbalik di turunan jalan menuju objek wisata Air Ninivala, Negeri Piliana.
Kecelakaan tunggal itu diduga akibat rem blong dan kondisi jalan yang tidak layak, menewaskan empat orang dan melukai 37 lainnya.
Masalah jalan rusak menuju Piliana hanyalah bagian dari tantangan infrastruktur yang lebih besar di wilayah pegunungan Kabupaten Maluku Tengah. Kerusakan yang berkepanjangan, sedikitnya perhatian dan anggaran, serta dampak langsung terhadap keselamatan warga dan mobilitas sehari-hari menjadikan persoalan ini mendesak untuk segera ditangani.DMS











