Jenewa (DMS) — Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Eropa akan dihormati jika mampu bersikap dan bereaksi secara bersatu. Ia juga menyambut meredanya ketegangan transatlantik menjelang pertemuan informal para pemimpin Dewan Eropa.
Para pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk membahas perkembangan hubungan dengan Amerika Serikat, menyusul ketegangan yang dipicu minat Presiden AS Donald Trump terhadap Greenland. Ketertarikan itu didasarkan pada posisi strategis wilayah Arktik, potensi sumber daya mineral, serta kekhawatiran meningkatnya pengaruh Rusia dan China di kawasan tersebut.
Denmark dan pemerintah Greenland telah menolak segala bentuk usulan penjualan wilayah tersebut dan menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Sebelumnya, Trump menyatakan kerangka kerja kesepakatan masa depan mengenai Greenland telah tercapai usai bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Trump juga menarik ancaman penerapan tarif terhadap sekutu Eropa yang menentang rencananya.
Macron mengatakan pertemuan para pemimpin Eropa bertujuan menunjukkan persatuan dalam mendukung integritas teritorial dan kedaulatan Denmark. Menurut dia, respons kolektif Eropa telah membantu meredakan ketegangan dengan Washington.
“Ketika Eropa bereaksi secara bersatu dan menggunakan instrumen yang dimilikinya saat terancam, Eropa bisa membuat dirinya dihormati,” kata Macron. Ia menegaskan Prancis dan Eropa akan bersuara dan bertindak tegas jika tidak dihormati.
Macron juga menyebut Eropa memulai pekan ini dengan menghadapi ancaman invasi dan tarif, namun situasi kini membaik dan kembali stabil. Ia menambahkan Prancis siap berpartisipasi dalam latihan yang dipimpin NATO serta menegaskan dukungan penuh kepada Denmark.
“Kami tetap sangat waspada dan siap menggunakan instrumen yang kami miliki jika kembali menghadapi ancaman,” ujar Macron.











