Mataram (DMS) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam tiga hari ke depan akibat penguatan Monsun Asia.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Ari Wibianto, mengatakan penguatan Monsun Asia memicu angin baratan yang cukup kuat dan mempercepat pembentukan awan konvektif, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.
Kondisi tersebut berkontribusi pada peningkatan intensitas dan sebaran hujan di NTB. Selain itu, dinamika atmosfer juga dipengaruhi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif dan diperkirakan terus berdampak dalam beberapa hari mendatang.
Menurut Ari, kombinasi Monsun Asia, MJO, kelembapan udara yang tinggi, serta penguatan labilitas atmosfer mendukung terjadinya hujan lebat, baik dalam skala lokal maupun meluas.
“Potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB masih dapat terjadi hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.
BMKG mengingatkan dampak yang mungkin timbul antara lain banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi darat, laut, dan udara. Masyarakat diminta menyesuaikan rencana aktivitas, khususnya di luar ruangan, dan rutin memantau informasi prakiraan cuaca serta peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
Sebelumnya, BMKG NTB memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada Dasarian III Februari 2026 (21–28 Februari). Curah hujan di atas 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80–90 persen diperkirakan terjadi di Kota Mataram, sebagian Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, serta sebagian wilayah Sumbawa Barat dan Sumbawa.
Sementara itu, hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian berpeluang 80 hingga di atas 90 persen terjadi hampir di seluruh wilayah NTB.











