Namlea, Pulau Buru (DMS) – Warga Desa Waetina, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku, mengeluhkan kondisi jalan rusak yang telah mereka alami selama hampir 44 tahun tanpa perbaikan yang memadai dari pemerintah.
Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Waetina dengan Desa Waeflan dan Desa Waehata dengan panjang sekitar 25 kilometer. Hingga saat ini, kondisi jalan masih rusak parah sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat.
Warga mengungkapkan, setiap musim hujan jalan berubah menjadi lumpur dan sulit dilalui kendaraan. Sementara pada musim kemarau, jalan dipenuhi debu serta bebatuan yang berpotensi membahayakan para pengguna jalan.
Salah satu warga, Bambang, mengatakan masyarakat sudah hampir 44 tahun hidup dengan kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut. Padahal, jalan itu sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil kebun.
Kondisi jalan yang rusak tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama para petani yang harus membawa hasil pertanian menuju pasar.
Masyarakat Desa Waetina berharap Pemerintah Kabupaten Buru dan Pemerintah Provinsi Maluku dapat memberikan perhatian serius dengan segera membangun dan memperbaiki jalan tersebut.
Menurut warga, perbaikan jalan akan membuka akses transportasi yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Mereka pun berharap setelah puluhan tahun menunggu, pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan jalan agar kesulitan akibat akses yang rusak bisa segera teratasi.
DMS











