Jakarta (DMS) – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat dan keharmonisan sosial saat melakukan kunjungan silaturahmi Idul Fitri 1447 H ke Pondok Pesantren Annajah Dawar, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat.
“Kerukunan adalah kunci kekuatan bangsa. Indonesia merdeka karena persatuan dan kekompakan. Nilai inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan,” ujar Gibran dalam keterangan resmi yang dikutip dari BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres menegaskan peran strategis pesantren sebagai pilar dalam menjaga persatuan nasional. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai kerukunan, kebersamaan, dan solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, penguatan toleransi dan harmoni sosial menjadi fondasi penting dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang dan penuh tantangan.
Koordinator Ponpes Annajah Dawar, Sumanto, menyampaikan bahwa Wapres mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah berbagai konflik yang masih terjadi di dunia, termasuk di kawasan Timur Tengah.
Kehadiran Wapres disambut langsung oleh Bupati Boyolali Agus Irawan bersama jajaran pengasuh pesantren yang berlokasi di Desa Mojosongo. Kunjungan ini juga menjadi momen mempererat hubungan antara pemerintah dengan kalangan ulama dan santri.
Dalam agenda tersebut, Gibran juga melakukan dialog dengan pengasuh pondok, Abdul Hamid Zuhri, dalam suasana hangat yang dihadiri keluarga besar pesantren dan diiringi doa untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Selain itu, Wapres turut menyapa dan berdialog dengan para santri serta masyarakat yang memadati area pesantren. Antusiasme warga terlihat saat menyambut kehadiran mantan Wali Kota Solo tersebut.
Salah seorang warga, Ispari, mengaku bangga dapat bertemu langsung dengan Wapres dan menilai kinerja Gibran cukup baik sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo hingga kini menjadi Wakil Presiden.
Menutup rangkaian kunjungannya, Wapres Gibran bersama K.H. Abdul Hamid Zuhri berjalan kaki menuju Masjid Jami’ Baitul Muslimin untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah bersama masyarakat. Masjid tersebut berjarak sekitar 400 meter dari lokasi pesantren.











