Brussel (DMS) – Prancis mencatat hampir 9.000 kematian selama periode gelombang panas ekstrem yang melanda negara itu pada akhir Juni 2026. Data awal menunjukkan terdapat 2.025 kematian tambahan yang terjadi bertepatan dengan puncak cuaca panas yang memengaruhi sebagian besar wilayah negara tersebut.
Berdasarkan data sementara Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional (INSEE) yang dilaporkan stasiun televisi BFM TV pada Jumat, sebanyak 8.977 kematian tercatat secara digital di seluruh Prancis dalam periode 22 hingga 28 Juni 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan adanya peningkatan sekitar 2.025 kematian dibandingkan periode normal dan terjadi bersamaan dengan gelombang panas besar yang membawa suhu sangat tinggi ke berbagai wilayah Prancis.
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara karena sistem pencatatan yang digunakan belum mencakup seluruh kematian yang terjadi di negara itu.
Menurut dia, data yang tersedia saat ini berasal dari sertifikat kematian elektronik yang belum sepenuhnya mewakili jumlah kematian nasional secara keseluruhan.
Pemerintah Prancis juga mengingatkan bahwa data awal tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati karena kemungkinan belum menggambarkan secara penuh dampak sebenarnya dari gelombang panas yang terjadi.
Pejabat terkait menjelaskan bahwa sertifikat kematian elektronik saat ini hanya mencakup sekitar 60 persen dari seluruh kematian yang terjadi di Prancis. Selain itu, tingkat cakupan sistem tersebut juga berbeda-beda di setiap wilayah sehingga masih terdapat potensi perubahan angka dalam laporan selanjutnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, Prancis mengalami cuaca panas ekstrem dengan suhu yang terus meningkat di berbagai daerah. Sejumlah wilayah bahkan mencatat suhu melebihi 35 derajat Celsius selama beberapa hari berturut-turut.
Gelombang panas tersebut menjadi salah satu yang paling signifikan pada musim panas tahun ini dan menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, serta warga yang memiliki penyakit kronis.
DMS/AC











