Jakarta (DMS) – Pemilik klub Adhyaksa Banten, Eko Setyawan, mengungkapkan timnya berencana memindahkan homebase ke Ternate, Maluku Utara, untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027.
Saat ditemui awak media di Stadion Maguwoharjo, Sabtu, usai menghadiri acara penghargaan Pegadaian Championship, Eko mengatakan komunikasi terkait rencana perpindahan markas tersebut sudah berjalan sekitar 20 persen.
Menurut Eko, salah satu alasan memilih Ternate karena daerah tersebut memiliki basis suporter sepak bola yang cukup besar, terutama dari pendukung klub Persiter Ternate.
“Alasannya di sana itu ada namanya dulu Persiter Ternate. Persiter Ternate punya massa cukup besar ya, yang kita lihat sekarang kan dia di Malut United itu suporternya kebanyakan adalah yang berasal dari suporternya Persiter Ternate,” ujar Eko.
Ia menilai antusiasme sepak bola di Ternate masih sangat potensial untuk dikembangkan, meskipun dalam beberapa pertandingan jumlah penonton mulai mengalami penurunan.
Eko mengungkapkan pihaknya kemudian menjalin komunikasi dengan perwakilan pemerintah daerah setempat, termasuk pihak yang dekat dengan gubernur Maluku Utara, guna membahas kemungkinan perpindahan homebase tersebut.
“Nah, tapi kita lihat beberapa pertandingan mulai sepi, nah, kita coba cari permasalahannya seperti apa. Oh, nah kita ada bicara dengan orangnya Pak Gubernur. Akhirnya sudah 20 persen lah kita bicara. Ya mudah-mudahan sebelum kick-off nanti kita sudah putuskanlah nanti di mana,” katanya.
Terkait stadion, Adhyaksa berencana menggunakan Stadion Gelora Kie Raha yang saat ini menjadi kandang Malut United. Stadion tersebut disebut telah lolos verifikasi I.League untuk digunakan dalam pertandingan Super League.
Meski berencana pindah markas, Eko memastikan identitas Adhyaksa tetap dipertahankan. Ia bahkan membuka kemungkinan penggunaan nama baru yang menggabungkan identitas Ternate dan Persiter.
“Kalau seandainya di sana mungkin Adhyaksa Persiter Ternate misalnya,” ucapnya.
Selain itu, ia menegaskan klub akan memberi ruang bagi talenta lokal asal Ternate untuk memperkuat tim apabila perpindahan benar-benar terealisasi.
“Kalau kita main di Ternate, sudah pasti kita akan ambil talenta Ternate-Ternate yang akan kita gunakan. Intinya kita libatkan putra-putra daerah,” katanya.
Sebelumnya, Adhyaksa sempat dikabarkan akan memindahkan homebase ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun rencana tersebut batal karena stadion yang tersedia dinilai belum memenuhi standar Super League.
“Saya lihat juga dari unsur supporting-nya lampu dan lain-lain juga masih lama, pasti banyak yang di-upgrade lah,” ujar Eko.
Meski demikian, Eko belum menutup kemungkinan tim tetap bertahan di Banten. Ia mengaku secara pribadi masih ingin mempertahankan klub di daerah asalnya karena Adhyaksa dibangun dari bawah di Banten sejak berkompetisi di Liga 3.
“Kalau saya mau, stay di Banten. Karena sejarahnya ini Liga 3 dari Banten, marwahnya memang kita dari Banten,” katanya.
Menjelang bergulirnya Super League musim depan yang direncanakan dimulai pada September, Eko memastikan kerangka tim utama Adhyaksa tetap dipertahankan.
Beberapa pemain andalan seperti Adilson Silva, Makan Konate, dan Ramiro Fergonzi dipastikan tetap menjadi bagian skuad musim depan.
Tak hanya pemain, Adhyaksa juga akan mempertahankan pelatih Ade Suhendra yang sukses membawa klub promosi ke Super League dan meraih penghargaan pelatih terbaik Championship musim ini.











