Jakarta (DMS) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Nuanu Creative City sebagai kawasan ekosistem ekonomi kreatif masa depan di Indonesia yang memadukan seni, alam, teknologi, dan budaya.
“Kami melihat Nuanu Creative City bukan sekadar kawasan fisik, melainkan sebuah manifestasi nyata dari masa depan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Irene dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Nuanu Creative City merupakan kawasan ekonomi kreatif seluas 44 hektare yang berada di Bali dan dibangun berdasarkan filosofi Tri Hita Karana, yakni konsep harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam.
Menurut Irene, kawasan tersebut menunjukkan bagaimana pengalaman kreatif berbasis teknologi dapat berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan yang mampu menggabungkan pengalaman immersive dengan komitmen terhadap sustainable living,” katanya.
Kawasan itu disebut menjadi pionir pusat inovasi kreatif yang menggabungkan modernitas dengan nilai tradisional Bali. Selain itu, Nuanu juga menjadi wadah kolaborasi global bagi para seniman untuk menciptakan karya menggunakan material ramah lingkungan.
Dalam pengembangannya, kawasan tersebut menerapkan prinsip keberlanjutan dengan hanya memanfaatkan sekitar 30 persen lahan untuk pembangunan, sementara 70 persen sisanya dipertahankan sebagai area hijau.
Nuanu juga menerapkan konsep zero emission melalui penggunaan kendaraan listrik di dalam kawasan.
Irene menilai keberadaan Nuanu menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi digital dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
“Saya bangga melihat karya anak bangsa yang mampu bersaing di level dunia tanpa meninggalkan identitas lokal, dari multimedia hingga konservasi di Magic Garden, semuanya dibuat untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus menjaga bumi,” ujar Irene.
Selain menghadirkan ruang kreatif, kawasan tersebut juga memiliki fasilitas pendidikan seperti Nuanu Kids Academy yang memberikan pendidikan seni gratis bagi anak-anak di sekitar kawasan.
Program tersebut dinilai memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia di tingkat internasional.
Dalam kunjungannya, Irene turut meninjau sejumlah fasilitas dan instalasi kreatif di kawasan tersebut, mulai dari patung Earth Sentinels, teknologi multimedia berbasis kecerdasan buatan di Aurora Media Park, hingga area konservasi flora dan fauna di Magic Garden.
Ia juga berinteraksi dengan para perajin di Art Village yang menjadi pusat edukasi kerajinan tradisional bagi masyarakat lokal.
Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menegaskan akan terus mendukung pengembangan kawasan kreatif inovatif yang berbasis pelestarian lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif yang lebih inklusif sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri kreatif berkelanjutan di dunia.











