Berita Maluku Terkini Hari Ini
  • Berita Maluku
    • Berita Ambon
    • Berita Maluku Tengah
    • Berita Kabupaten Buru
    • Berita Buru Selatan
    • Berita Seram Bagian Barat
    • Berita Seram Bagian Timur
    • Berita Tual
    • Berita Kepulauan Kei
    • Berita Kepulauan Aru
    • Berita Kepulauan Tanimbar
    • Berita Maluku Barat Daya
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Lifestyle
  • Station
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Berita Maluku Terkini - Radio DMS
No Result
View All Result

Aneh Tapi Nyata! Salju Turun di Gurun Terkering di Dunia, Teleskop Lumpuh

Radio DMS 1027FM by Radio DMS 1027FM
Sunday, 6 July 2025
in Internasional
0
teleskop alma

teleskop alma

Jakarta (DMS) – Hujan salju langka di tempat terkering di Bumi telah menghentikan operasi salah satu susunan teleskop utama dunia. Mengingat makin parahnya perubahan iklim, hal ini menjadi peringatan bahwa observatorium tersebut akan menghadapi lebih banyak peristiwa cuaca ekstrem seperti ini di masa mendatang.

Salju telah menyelimuti sebagian Gurun Atacama. Padahal, wilayah ini dikenal tandus, curah hujan per tahun kurang dari 2,5 cm. Untuk diketahui, Gurun Atacama adalah rumah bagi Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), jaringan besar teleskop radio di Chili utara.

Berita Lainnya

Rusia Cegat 172 Drone Ukraina, 60 Mengarah ke Moskow

Pesawat Penerjun Payung Jatuh di Missouri, 12 Orang Tewas

Iran Setuju Tak Pungut Biaya Tol di Selat Hormuz

Hujan salju terjadi di ALMA Operations Support Facility, yang terletak di ketinggian 2.900 meter dan sekitar 1.700 kilometer di utara Santiago. Aktivitas penelitian dan operasi ilmiah pun telah ditangguhkan sejak Kamis (26/6).

“Tidak ada catatan turunnya salju di base camp selama lebih dari 10 tahun. Salju tidak turun setiap hari di ALMA,” kata perwakilan ALMA dikutip dari Live Science.

Deretan teleskop radio ALMA berada di dataran tinggi Chajnantor, dataran gurun di ketinggian 5.104 m di wilayah Antofagasta, Chili, yang biasanya mengalami tiga kali hujan salju dalam setahun.

Dataran tinggi yang dibagi oleh Chili, Bolivia, dan Peru ini biasanya mengalami badai salju selama dua musim: pada Februari selama Musim Dingin Altiplanik yang didorong oleh massa udara lembap dari Amazon, dan dari Juni hingga Juli, selama musim dingin di Belahan Bumi Selatan.

“Pada musim dingin, beberapa badai dipicu oleh uap air dari Pasifik, yang dapat memperluas curah hujan bahkan hingga ke wilayah pesisir Gurun Atacama,” kata Raúl Cordero, seorang ahli iklim di Santiago University.

Pada ketinggian di atas 5.000 m, curah salju tahunan berkisar antara 20-80 cm. Namun, turunnya salju pada ketinggian 3.000 meter, tempat base camp ALMA berada, jauh lebih jarang, kata Cordero.

Hujan salju dipicu oleh ketidakstabilan atmosfer yang tidak biasa yang memengaruhi Chili utara. Direktorat Meteorologi Chili mengeluarkan peringatan salju dan angin karena adanya ‘inti dingin’ yang melewati wilayah tersebut.

“Kami mengeluarkan peringatan angin untuk wilayah Antofagasta dan wilayah yang lebih jauh di utara, dengan hembusan angin mencapai 80 hingga 100 km/jam,” kata ahli meteorologi Elio Brufort.

Fenomena ini disertai dengan hujan lebat yang terjadi di wilayah utara, menyebabkan sungai meluap dan merusak beberapa properti. Sekolah diperintahkan untuk ditutup, dan pemadaman listrik serta tanah longsor dilaporkan terjadi. Sejauh ini, belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Peristiwa cuaca sebesar ini belum pernah terjadi dalam hampir satu dekade.

Kondisi Ekstrem Lumpuhkan ALMA

Hingga Jumat (27/6), ALMA melaporkan bahwa badai salju masih aktif di atas Dataran Tinggi Chajnantor, sehingga operasi ilmiah terus ditangguhkan untuk melindungi antena dari kondisi cuaca ekstrem.

Kamis (26/6) pagi, observatorium mengaktifkan protokol keselamatan ‘mode bertahan hidup’. Selain hujan salju, suhu telah turun hingga minus 12 derajat Celsius, dengan angin dingin minus 28 Celcius yang membuat pekerjaan di kamp dataran tinggi menjadi sangat sulit.

Sebagai bagian dari protokol ini, semua antena besar ALMA telah diarahkan kembali ke arah angin, membantu meminimalkan potensi kerusakan akibat penumpukan salju atau hembusan angin kencang.

“Begitu badai berlalu, tim pembersih salju segera diaktifkan untuk memeriksa setiap antena secara visual sebelum melanjutkan pengamatan. Ini harus dilakukan dengan cepat, karena beberapa kondisi pengamatan terbaik terjadi tepat setelah turun salju. Suhu dingin membantu menurunkan kelembapan udara, yang paling mengganggu pengukuran kami,” ” kata perwakilan ALMA.

ALMA, yang terdiri dari 66 antena presisi tinggi yang tersebar di Dataran Tinggi Chajnantor, merupakan kolaborasi internasional yang membentuk teleskop radio terkuat di planet ini, dan dirancang untuk menangani peristiwa cuaca ekstrem seperti ini.

Fakta bahwa salju menghentikan operasi ALMA menimbulkan pertanyaan tentang operasi rangkaian pembangkit listrik saat iklim menghangat.

“Mungkinkah kejadian seperti ini akan lebih sering terjadi? Itu pertanyaan yang bagus,” kata Cordero.

Ia menyebutkan, meskipun masih terlalu dini untuk menghubungkan hujan salju di dataran rendah di gurun secara langsung dengan perubahan iklim, model iklim memprediksi potensi peningkatan curah hujan bahkan di wilayah yang sangat gersang ini.

“Kita masih belum bisa mengatakan dengan pasti apakah peningkatan itu sudah terjadi,” tutupnya.DMS/DC

Tags: #aneh#gurun#terkeringDuniaNyataSaljuTurun
Previous Post

Kabar Terbaru Bocah Kurus Kering yang Diduga Disiksa Ortu di Jaksel

Next Post

Fritz the Cat, Film Animasi Paling Kontroversial Sepanjang Sejarah

Berita Terkait

Rusia Cegat 172 Drone Ukraina, 60 Mengarah ke Moskow
Politik

Rusia Cegat 172 Drone Ukraina, 60 Mengarah ke Moskow

Wednesday, 17 June 2026
Pesawat Penerjun Payung Jatuh di Missouri, 12 Orang Tewas
Politik

Pesawat Penerjun Payung Jatuh di Missouri, 12 Orang Tewas

Monday, 15 June 2026
Iran Setuju Tak Pungut Biaya Tol di Selat Hormuz
Politik

Iran Setuju Tak Pungut Biaya Tol di Selat Hormuz

Sunday, 14 June 2026
Trump: Kesepakatan Damai AS-Iran Ditandatangani Hari Ini
Politik

Trump: Kesepakatan Damai AS-Iran Ditandatangani Hari Ini

Sunday, 14 June 2026
Dua Tewas dan 10 Orang Terluka dalam Penembakan di Texas
Politik

Dua Tewas dan 10 Orang Terluka dalam Penembakan di Texas

Saturday, 13 June 2026
Trump Disebut Setujui Pencairan Aset Iran Rp428 Triliun
Politik

Trump Disebut Setujui Pencairan Aset Iran Rp428 Triliun

Saturday, 13 June 2026
Next Post
fritz the cat

Fritz the Cat, Film Animasi Paling Kontroversial Sepanjang Sejarah

STREAMING


Download Aplikasi Radio DMS
Berita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di Ambon

 

Berita Maluku Terkini – Radio DMS

Portal berita yang menyediakan berita ambon, berita maluku, berita maluku hari ini, dan berita ambon hari ini aktual dan terpercaya.

MEDIA GROUP

  • DMS 102,7 FM Ambon
  • Carang TV Ambon
  • Duta 90,9 FM Ambon
  • Duta 98,7 FM Masohi
  • Ambon 96,8 FM Ambon

ALAMAT RADIO DMS

Studio & Kantor

JL. AY. PATTY No. 21, Lt. 2 AMBON, MALUKU 97124
Telp. : 0911-353325, 341900, 353329
Fax. : 0911-347423
Email : marketing@radiodms.com / emahaly@yahoo.com

 

 

  • Disclaimer
  • DMS MEGA Hits
  • DMS Trend 21
  • Home
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Station Radio Di Ambon
  • Tentang Kami

Copyright © 2024. Radiodms.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Berita Maluku
    • Berita Ambon
    • Berita Maluku Tengah
    • Berita Kabupaten Buru
    • Berita Buru Selatan
    • Berita Seram Bagian Barat
    • Berita Seram Bagian Timur
    • Berita Tual
    • Berita Kepulauan Kei
    • Berita Kepulauan Aru
    • Berita Kepulauan Tanimbar
    • Berita Maluku Barat Daya
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Lifestyle
  • Station

Copyright © 2024. Radiodms.com. All rights reserved.