Berita Maluku Terkini Hari Ini
  • Berita Maluku
    • Berita Ambon
    • Berita Maluku Tengah
    • Berita Kabupaten Buru
    • Berita Buru Selatan
    • Berita Seram Bagian Barat
    • Berita Seram Bagian Timur
    • Berita Tual
    • Berita Kepulauan Kei
    • Berita Kepulauan Aru
    • Berita Kepulauan Tanimbar
    • Berita Maluku Barat Daya
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Lifestyle
  • Station
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Berita Maluku Terkini - Radio DMS
No Result
View All Result

Apa Itu MSCI dan Kenapa Bisa Bikin Pasar Saham RI Longsor?

Radio DMS 1027FM by Radio DMS 1027FM
Wednesday, 28 January 2026
in Ekonomi
0
Apa Itu MSCI dan Kenapa Bisa Bikin Pasar Saham RI Longsor?

bei terapkan trading halt imbas ihsg anjlok

Jakarta (DMS) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 7,35% ke level 8.320,55 pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1). Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat menetapkan trading halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit setelah IHSG melemah 8% di tengah perdagangan sesi II.

Pelemahan IHSG terjadi menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dirilis Rabu waktu setempat. Pengumuman tersebut memuat sejumlah ketentuan mengenai free float dan potensi menurunkan peringkat BEI dari Emerging Market.

Berita Lainnya

Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Turun pada Kamis

Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS

Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram

Apa Itu MSCI?

Dikutip dari laman resminya, MSCI merupakan perusahaan penyedia indeks saham global. MSCI memiliki visi untuk memperkuat pasar global dengan menghubungkan para pelaku di seluruh ekosistem keuangan dengan bahasa yang sama.

Selain itu, MSCI juga berperan untuk memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti. MSCI menyediakan analisis dan wawasan untuk membantu mengidentifikasi risiko dan peluang investasi.

MSCI juga mendorong inovasi. MSCI berperan untuk membantu kliennya membuat keputusan untuk hasil investigasi yang lebih baik. Hingga saat ini, MSCI mencatat Asset Under Management (AUM) sebesar US$ 18,3 triliun.

Saat ini, terdapat sejumlah saham Indonesia yang masuk dalam indeks MSCI. Saham-saham yang masuk biasanya memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), hingga PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA).

MSCI Bikin IHSG Anjlok

Kala IHSG melemah, mayoritas saham tersebut terkoreksi sebagian besar terkoreksi bahkan ada yang menyentuh Auto Reject Bawah (ARB). BEI mengatakan kondisi IHSG hari ini bukan skenario terburuk mengingat proses negosiasi masih berlangsung dengan MSCI hingga saat ini.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan melemahnya IHSG terjadi imbas aksi jual investor ritel karena panik mendengar pengumuman MSCI. Pasalnya selain perubahan metodologi perhitungan free float, MSCI juga membekukan rebalancing saham Indonesia pada bulan Februari. Pembekuan rebalancing ini berlaku hingga bulan Mei mendatang.

“Apa yang terjadi hari ini memang ada, menurut saya panic selling karena dua hal yang disampaikan yang jadi concern adalah, pertama untuk di bulan Februari rebalance-nya di-freeze. Jadi kalau kita terjemahkan apa yang disampaikan tidak ada penambahan atau pengurangan konstituen perusahaan tercatat kita di MSCI,” ungkap Iman di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, terang Iman, MSCI juga akan menurunkan peringkat BEI menjadi Frontier Market dari posisi sebelumnya di posisi Emerging Market. Keputusan ini akan ditetapkan jika perbaikan tidak kunjung dilakukan BEI hingga Mei mendatang.

“Artinya kita mungkin sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Kalau kita sekarang kan di emerging market sama dengan Malaysia,” jelasnya.

Pengumuman MSCI

Sebagaimana diketahui, MSCI menetapkan sejumlah perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari 2026 mendatang. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.

“MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia dan berkoordinasi dengan peserta pasar dan otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan IDX. MSCI akan mengkomunikasikan tindakan lebih lanjut sesuai kebutuhan,” tulis pengumuman MSCI, dikutip Rabu (28/1/2026).DMS/DC

 

Tags: #msciAnjlokPasarRISaham
Previous Post

Purbaya Rombak 36 Pejabat Kemenkeu, Paling Banyak di Bea Cukai

Next Post

Kebakaran Hanguskan Bengkel dan Rusak Empat Kendaraan di Namlea

Berita Terkait

Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Turun pada Kamis
Ekonomi

Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Turun pada Kamis

Thursday, 25 June 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS

Thursday, 25 June 2026
Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram
Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram

Tuesday, 23 June 2026
Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli
Ekonomi

Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli

Sunday, 21 June 2026
Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram
Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Lagi

Saturday, 20 June 2026
Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini
Ekonomi

Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini

Friday, 19 June 2026
Next Post
Kebakaran Hanguskan Bengkel dan Rusak Empat Kendaraan di Namlea

Kebakaran Hanguskan Bengkel dan Rusak Empat Kendaraan di Namlea

STREAMING


Download Aplikasi Radio DMS
Berita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di Ambon

 

Berita Maluku Terkini – Radio DMS

Portal berita yang menyediakan berita ambon, berita maluku, berita maluku hari ini, dan berita ambon hari ini aktual dan terpercaya.

MEDIA GROUP

  • DMS 102,7 FM Ambon
  • Carang TV Ambon
  • Duta 90,9 FM Ambon
  • Duta 98,7 FM Masohi
  • Ambon 96,8 FM Ambon

ALAMAT RADIO DMS

Studio & Kantor

JL. AY. PATTY No. 21, Lt. 2 AMBON, MALUKU 97124
Telp. : 0911-353325, 341900, 353329
Fax. : 0911-347423
Email : marketing@radiodms.com / emahaly@yahoo.com

 

 

  • Disclaimer
  • DMS MEGA Hits
  • DMS Trend 21
  • Home
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Station Radio Di Ambon
  • Tentang Kami

Copyright © 2024. Radiodms.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Berita Maluku
    • Berita Ambon
    • Berita Maluku Tengah
    • Berita Kabupaten Buru
    • Berita Buru Selatan
    • Berita Seram Bagian Barat
    • Berita Seram Bagian Timur
    • Berita Tual
    • Berita Kepulauan Kei
    • Berita Kepulauan Aru
    • Berita Kepulauan Tanimbar
    • Berita Maluku Barat Daya
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Lifestyle
  • Station

Copyright © 2024. Radiodms.com. All rights reserved.