Tokyo (DMS) – Gedung Putih menyatakan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland bertujuan membendung potensi agresi China dan Rusia di kawasan Arktik yang dinilai semakin strategis secara geopolitik.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, isu akuisisi Greenland saat ini tengah dibahas secara aktif oleh Presiden Trump bersama tim keamanan nasionalnya. Menurut dia, langkah tersebut dipandang sebagai kepentingan strategis Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Arktik.
“Presiden telah menyampaikan secara terbuka bahwa ia memandang langkah ini sebagai kepentingan terbaik Amerika Serikat untuk mencegah agresi Rusia dan China di wilayah Arktik. Karena itu, timnya saat ini sedang membahas seperti apa bentuk potensi akuisisi tersebut,” ujar Leavitt dalam konferensi pers, Rabu (7/1).
Leavitt menegaskan seluruh opsi tetap terbuka untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk penggunaan kekuatan militer. Meski demikian, ia menekankan bahwa pendekatan utama yang selalu diutamakan Presiden Trump adalah diplomasi.
Pernyataan ini muncul di tengah kembali menguatnya wacana pengambilalihan Greenland oleh pemerintahan Trump. Pulau terbesar di dunia yang merupakan wilayah otonom Denmark itu memiliki posisi strategis di Arktik serta kaya sumber daya alam, sehingga menarik perhatian Washington. Rencana tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pemimpin Eropa dan menambah ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutu NATO.
Di tengah perbedaan pandangan yang kian melebar terkait Greenland, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan para pejabat Denmark pada pekan depan untuk membahas isu tersebut.
Dalam perkembangan lain, Trump kembali melontarkan kritik terhadap NATO melalui media sosial. Ia menyatakan China dan Rusia “sama sekali tidak takut” terhadap aliansi militer tersebut tanpa keterlibatan Amerika Serikat. Trump juga meragukan komitmen negara-negara anggota NATO untuk membantu AS jika Washington menghadapi ancaman serius.
“Satu-satunya negara yang ditakuti dan dihormati oleh China dan Rusia adalah Amerika Serikat yang dibangun kembali,” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.
DMS/AC











