Padang (DMS) – Akses jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, terhambat akibat luapan Sungai Batang Anai di kawasan Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (27/11).
Sejumlah kendaraan memilih berhenti total karena jalan tak lagi bisa dilalui. “Belum bisa lewat. Saya dan pengendara lain terpaksa berhenti sejak pukul 07.00 WIB,” ujar Doni, seorang sopir truk.
Ketinggian air di titik banjir diperkirakan mencapai 40–50 sentimeter. Beberapa pengendara sepeda motor yang mencoba menerobos justru mengalami mogok dan harus mendorong kendaraan mereka ke tempat yang lebih aman.
Doni mengatakan ia tengah mengangkut 500 tabung elpiji subsidi tiga kilogram untuk dikirim ke Biaro, Kabupaten Agam. Namun banjir membuat perjalanan tidak mungkin dilanjutkan karena dinilai terlalu berisiko.
Situasi serupa dialami Fandi, warga Padang yang hendak meliput bencana banjir bandang di Kecamatan Malalak. “Banjir di Pasar Usang membuat akses jadi tertutup. Terpaksa balik arah,” katanya.
Warga bersama aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi, mengarahkan para pengendara untuk memutar balik menuju Padang karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau kembali mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat hingga 29 November 2025. Kepala Stasiun BMKG Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa kemunculan bibit siklon tropis 95B di timur perairan Aceh memicu peningkatan kelembapan dan pertemuan massa udara di wilayah Sumbar.
Kondisi atmosfer yang labil tersebut, ditambah nilai negatif Indeks Dipole Samudra Hindia (IOD), meningkatkan potensi hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah daerah.
DMS/AC











