Ternate (DMS) – Basarnas Ternate, Maluku Utara, resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan laut akibat kapal tenggelam di perairan Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan. Operasi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh pencarian, sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan keputusan penghentian operasi diambil setelah seluruh upaya pencarian maksimal dilakukan oleh tim SAR gabungan namun tidak membuahkan hasil.
“Keputusan ini diambil sesuai SOP Basarnas yang menetapkan batas waktu pencarian selama tujuh hari,” kata Iwan di Ternate, Jumat.
Korban yang masih hilang diketahui bernama Doktor Wildan (50), dosen Universitas Khairun Ternate. Hingga hari ketujuh pelaksanaan operasi SAR, korban belum ditemukan sehingga secara resmi dinyatakan hilang.
“Pencarian hari ini merupakan hari ke-7 sejak operasi SAR dilaksanakan. Berdasarkan koordinasi dengan tim SAR gabungan dan pihak keluarga, operasi SAR resmi ditutup,” ujarnya.
Iwan menjelaskan, selama tujuh hari operasi, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian secara intensif dengan membagi area pencarian ke dalam lima sektor. Pencarian dilakukan sejak pagi hingga malam hari dengan mengerahkan berbagai unsur dan peralatan pendukung.
“Seluruh upaya pencarian masih nihil. Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, kondisi cuaca, serta kesepakatan keluarga, korban dinyatakan hilang dan keluarga telah menerima dengan ikhlas,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian. Tim yang terlibat antara lain personel Kodim 1509/Labuha, Polres Halmahera Selatan, BPBD Halmahera Selatan, Dinas Perhubungan Halmahera Selatan, KPLP, serta perwakilan keluarga korban.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh potensi SAR dan tim gabungan yang telah bekerja keras selama tujuh hari penuh,” tutur Iwan.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Jumat (23/1) ketika sebuah kapal penumpang tenggelam di perairan Desa Bibinoi. Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan, kapal mengangkut 59 penumpang. Dari jumlah tersebut, 57 orang berhasil dievakuasi selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang lainnya dinyatakan hilang, yakni Wildan.
Basarnas mengimbau masyarakat dan pengguna transportasi laut agar selalu memperhatikan faktor keselamatan pelayaran, termasuk kondisi cuaca, kelayakan kapal, serta penggunaan alat keselamatan, guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.











