Kei, Maluku Tenggara (DMS) – Bentrokan antar kelompok pemuda terjadi di Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, sejak Jumat malam hingga pagi hari.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi hingga berangsur kondusif.
“Benar telah terjadi bentrokan antar kelompok pemuda. Saat ini situasi sudah mulai kondusif setelah aparat turun melakukan pengamanan,” ujarnya.
Menurutnya, bentrokan dipicu kesalahpahaman antar pemuda yang kemudian berkembang menjadi aksi saling lempar. Konflik sempat mereda, namun kembali pecah pada dini hari.
“Awalnya hanya kesalahpahaman, namun kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antar kelompok,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, satu orang warga berinisial FAR (25) meninggal dunia. Selain itu, enam orang mengalami luka-luka, terdiri dari tiga anggota kepolisian dan tiga warga sipil.
“Satu korban meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka, termasuk anggota kami yang sedang bertugas di lapangan,” tambah Rositah.
Tiga anggota polisi yang terluka masing-masing Wakapolres Maluku Tenggara Djufri Jawa, Kasat Reskrim Barry Talabessy, dan anggota Satsamapta Siswanto Sofyan. Sementara korban luka dari warga sipil berinisial FFH (22), MSS (17), dan AAR (37).
Selain korban jiwa dan luka-luka, bentrokan juga menyebabkan kerusakan materiil. Data sementara mencatat tiga unit rumah terbakar, empat rumah mengalami kerusakan berat, serta satu unit sepeda motor hangus.
“Kerugian materiil masih dalam pendataan, namun beberapa rumah warga dilaporkan terbakar dan rusak akibat bentrokan,” katanya.
Untuk mencegah bentrokan susulan, aparat kepolisian bersama personel Brimob melakukan penyekatan di sejumlah titik. Polisi juga mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah daerah.
“Kami terus melakukan pengamanan dan pendekatan persuasif agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan,” tutupnya.
DMS











