Tananahu, Maluku Tengah (DMS) – Masyarakat adat Negeri Tananahu menggelar pertemuan dan deklarasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menyatakan dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (24/4/2026), di Balai Pertemuan Negeri Tananahu.
Pertemuan ini menegaskan komitmen warga dalam menjaga kondisi wilayah tetap aman dan kondusif, terutama di Kecamatan Teluk Elpaputih yang menjadi lokasi proyek pemerintah tersebut.
Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) Tananahu, Yulia Awayakuane, menyampaikan bahwa secara umum situasi kamtibmas di wilayahnya masih terkendali. Namun, ia mengakui masih adanya persoalan yang belum terselesaikan antara pemerintah negeri dan perusahaan perkebunan PTPN Awaya sejak 2012 hingga saat ini.
“Secara umum kondisi kamtibmas di Negeri Tananahu masih aman dan terkendali, tetapi kami tidak menutup mata bahwa sengketa lahan dengan pihak perusahaan sejak 2012 hingga kini belum menemukan titik penyelesaian,” ujar Yulia.
Yulia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Ia menegaskan bahwa pemerintah negeri bersama masyarakat tetap mendukung penuh program pemerintah, termasuk pembangunan PSN yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah. Kami tetap mendukung PSN karena ini demi kemajuan ekonomi daerah,” tegasnya.
Meski demikian, ia meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah segera memfasilitasi penyelesaian sengketa tersebut sebelum dimulainya tahapan pembangunan.
“Kami berharap pemerintah daerah segera memfasilitasi penyelesaian sengketa ini agar tidak menjadi hambatan dalam proses pembangunan ke depan,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada Kamis (23/4/2026), pihaknya bersama Saniri Negeri telah bertemu dengan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I Regional 8 di Penginapan Lounusa Beach untuk membahas persoalan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Yulia menegaskan dukungan terhadap PSN, namun juga memberi peringatan bahwa jika sengketa tidak diselesaikan, masyarakat akan menggelar aksi damai saat peletakan batu pertama sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah pusat.
“Jika persoalan ini tidak diselesaikan, maka masyarakat akan menyampaikan aspirasi secara damai pada saat peletakan batu pertama, sebagai bentuk perhatian kami kepada pemerintah pusat,” katanya.
Warga negeri Tananahu juga secara bersama-sama menyampaikan deklarsi dukungan situasi kamtibmas di wilayah Tananahu dan secara umum di bumi Pamahanunusa
“Kami masyarakat Tananahu berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung pembangunan di daerah ini,” demikian pernyataan bersama warga.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Maluku Tengah, J.L. Sopacuaperu, menyampaikan bahwa kehadiran PSN di Kecamatan Teluk Elpaputih patut disyukuri karena berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran PSN ini harus kita syukuri karena dapat membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Terkait konflik antara Pemerintah Negeri Tananahu dan PTPN, pihak kepolisian menegaskan tidak mencampuri substansi permasalahan karena berada di ranah perdata. Namun, kepolisian tetap berperan aktif menjaga stabilitas keamanan dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah guna mendorong penyelesaian kedua belah pihak.
“Persoalan ini merupakan ranah perdata, namun kami tetap hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mendorong penyelesaian melalui koordinasi dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa penyelesaian konflik menjadi penting agar tidak menghambat pelaksanaan PSN yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Penyelesaian konflik sangat penting agar tidak menghambat jalannya program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Pertemuan dan deklarasi ini dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memperkuat dukungan terhadap program pemerintah, dengan harapan seluruh pihak dapat bersinergi demi pembangunan Kabupaten Maluku Tengah yang lebih baik.
DMS











