Manado (DMS) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi yang mengguncang wilayah barat laut Jailolo, Maluku Utara, pada Jumat siang merupakan gempa dangkal akibat deformasi kerak bumi.
Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal.
“Gempa bumi ini terjadi akibat aktivitas deformasi kerak bumi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang disampaikan di Manado, Jumat.
Parameter Gempa:
- Waktu kejadian: Jumat, pukul 11.45.21 WIB
- Magnitudo: 5,1
- Koordinat: 1,29 LU dan 126,45 BT
- Lokasi: Laut, sekitar 115 km barat laut Jailolo
- Kedalaman: 26 kilometer
Analisis BMKG:
- Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan mendatar (strike slip)
- Termasuk kategori gempa dangkal akibat deformasi kerak bumi
- Tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan
Dampak Gempa:
- Dirasakan di Ternate
- Skala intensitas II–III MMI (getaran terasa di dalam rumah, seperti truk melintas)
Hingga pukul 12.10 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta memastikan informasi yang diterima hanya berasal dari kanal resmi BMKG guna menghindari hoaks atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.











