Istanbul (DMS) – Sedikitnya 20 orang tewas dan 36 lainnya terluka setelah sebuah ledakan bom menghantam bus pedesaan di wilayah Cauca, Kolombia barat daya, menurut pernyataan otoritas setempat pada Minggu.
Gubernur Cauca, Octavio Guzmán, mengatakan korban tewas dalam insiden tersebut terdiri atas 15 perempuan dan lima laki-laki.
“Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan paling brutal dan keji terhadap masyarakat sipil di wilayah Cauca selama beberapa dekade terakhir,” ujar Guzmán melalui platform X.
Ia menambahkan, dari total korban luka, tiga orang masih menjalani perawatan intensif, sementara lima anak-anak yang turut menjadi korban dilaporkan dalam kondisi berangsur membaik.
Ledakan terjadi saat sebuah alat peledak yang dipasang di gorong-gorong di Jalan Raya Pan-Amerika, wilayah Cajibio, Cauca, meledak ketika sebuah bus pedesaan jenis “chiva” melintas.
Kekuatan ledakan juga merusak sejumlah kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, terdapat laporan lain yang menyebut alat peledak kemungkinan dilemparkan ke arah bus sebelum meledak, sehingga memperparah dampak ledakan.
Menyusul tragedi tersebut, Gubernur Guzmán menetapkan masa berkabung selama tiga hari dan menyatakan upacara penghormatan bagi para korban akan digelar dalam beberapa hari mendatang.
Ia mengungkapkan ledakan itu juga menimbulkan kawah besar dengan volume sekitar 200 meter kubik yang kini tengah diperbaiki.
“Konsorsium terus bekerja untuk memulihkan jalan terdampak,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Guzmán, saat ini terus menyalurkan bantuan bagi para korban, termasuk jaminan keamanan, pendampingan, bantuan kemanusiaan, layanan psikososial, serta dukungan komprehensif lainnya.
Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro menuding serangan tersebut didalangi oleh Iván Mordisco, pemimpin faksi EMC dari kelompok pemberontak FARC (Pasukan Revolusioner Kolombia – Tentara Rakyat).











