Bengkayang (DMS) – Perum Bulog Cabang Singkawang menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 25.969 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan prioritas wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Kepala Bulog Cabang Singkawang, Noldi Ramayadi, mengatakan penyaluran tahap awal telah dilakukan di sejumlah kecamatan perbatasan, yakni Kecamatan Jagoi Babang dan Kecamatan Teriak.
“Wilayah perbatasan menjadi prioritas agar masyarakat segera menerima bantuan, mengingat akses yang relatif terbatas,” ujarnya di Singkawang, Senin.
Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut merupakan alokasi Februari–Maret 2026 dengan total distribusi mencapai 519.380 kilogram beras dan 103.876 liter minyak goreng merek Minyakita. Bantuan ini disalurkan ke 17 kecamatan di Kabupaten Bengkayang.
Untuk wilayah perbatasan, Kecamatan Jagoi Babang menerima 18.880 kilogram beras dan 3.776 liter minyak goreng bagi 944 PBP. Sementara itu, Kecamatan Teriak memperoleh 44.060 kilogram beras dan 8.812 liter minyak goreng untuk 2.203 PBP.
Selain wilayah perbatasan, beberapa kecamatan dengan jumlah penerima terbesar antara lain Kecamatan Monterado dengan 3.148 PBP yang menerima 62.960 kilogram beras dan 12.592 liter minyak goreng, serta Kecamatan Seluas dengan 2.356 PBP yang mendapatkan 47.120 kilogram beras dan 9.424 liter minyak goreng.
Noldi menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan perangkat desa serta petugas lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Distribusi dilakukan langsung ke desa-desa melalui petugas yang telah ditunjuk agar penyaluran berjalan lancar dan diterima oleh masyarakat yang berhak,” jelasnya.
Ia menambahkan, program bantuan pangan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan, karena dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Respons masyarakat sangat baik. Bantuan beras dan minyak goreng ini sangat membantu,” katanya.
Bulog Singkawang memastikan distribusi bantuan akan terus dilanjutkan hingga seluruh alokasi tersalurkan secara merata ke seluruh kecamatan. Program ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di kawasan perbatasan.










