Garut (DMS) – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan banjir yang merendam permukiman warga di Kecamatan Pamarican dipicu luapan Sungai Citalahab. Ia menegaskan penanganan menyeluruh di daerah aliran sungai perlu segera dilakukan agar banjir tidak terus berulang saat musim hujan.
“Ini banjir yang kedua akibat luapan Sungai Citalahab. Warga terdampak kurang lebih 300 kepala keluarga,” ujar Herdiat usai meninjau lokasi terdampak, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menurunkan tim untuk melakukan penanganan darurat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Tercatat sebanyak 164 orang sempat dievakuasi ke masjid yang dinilai lebih aman dari genangan.
“Ada 164 orang dievakuasi ke masjid. Sekarang air mulai surut dan sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya.
Menurut Herdiat, persoalan banjir ini harus menjadi perhatian bersama, terutama Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy. Ia juga mengaku akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat guna mempercepat langkah penanganan.
Perbaikan tembok penahan tanah di sepanjang aliran sungai dinilai mendesak agar air tidak kembali meluap ke permukiman saat debit meningkat.
“Kalau tidak segera ditangani, saat hujan besar turun, banjir pasti terulang lagi,” tegasnya.
Sebelumnya, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis dan memicu berbagai bencana, mulai dari tanah longsor, tanah bergerak, hingga banjir akibat luapan sungai.
Bupati mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir. Ia menekankan kondisi cuaca masih tergolong ekstrem dan Ciamis termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.
DMS/AC











