Berita Maluku Terkini Hari Ini
  • Berita Maluku
    • Berita Ambon
    • Berita Maluku Tengah
    • Berita Kabupaten Buru
    • Berita Buru Selatan
    • Berita Seram Bagian Barat
    • Berita Seram Bagian Timur
    • Berita Tual
    • Berita Kepulauan Kei
    • Berita Kepulauan Aru
    • Berita Kepulauan Tanimbar
    • Berita Maluku Barat Daya
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Lifestyle
  • Station
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Berita Maluku Terkini - Radio DMS
No Result
View All Result

Covid di India: Ratusan anak yang menjadi yatim piatu karena virus corona

Radio DMS 1027FM by Radio DMS 1027FM
Thursday, 10 July 2025
in Nasional
0
118710040 gettyimages 1233066429

[ad_1]

  • Vikas Pandey dan Andrew Clarance
  • BBC News, Delhi

50 menit yang lalu

Seorang anak di Kolkata, India, pada 23 Mei.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Ratusan anak di India menjadi yatim piatu karena Covid.

Pratham yang berusia lima tahun dan adik laki yang baru berusia 10 bulan kehilangan ayah mereka karena Covid pada April lalu.

Tak lama kemudian, di rumah sakit yang berbeda di Delhi, ibunya juga meninggal.

Dunia berubah drastis tetapi mereka sendiri masih belum paham apa yang terjadi. Mereka tak mengerti mengapa orang tua mereka tak pulang-pulang.

Sanak saudara mengatakan kepada Pratham bahwa ibu dan ayahnya pergi kerja. Namun Pratham terus bertanya dan semakin sulit sulit untuk menjelaskan.

Saudara mereka memutuskan untuk mengontak lembaga swadaya masyarakat yang berkantor di Delhi yang mengurus anak-anak yatim piatu. LSM itu mengatakan mereka berharap ada yang mau mengadopsi Pratham dan adiknya.

Sonia, 12, dan adik lakinya, Amit, 7 tahun, kehilangan ayah mereka dalam gelombang pertama pandemi pada Juni tahun lalu dan ibu mereka menyusul April lalu. Nenek mereka menjaga mereka saat ini. Sang nenek khawatir atas masa depan mereka, namun tak mau mendaftarkan mereka untuk diadopsi.

“Siapa yang akan menjaga anak-anak ini selain saya?” katanya. “Anak-anak ini adalah peninggalan putra saya dan menantu saya. Banyak orang datang untuk menanyakan adopsi. Saya tak akan menyerahkan mereka.”

Cerita seperti ini cukup banyak. Covid menyebabkan banyak anak menjadi yatim piatu.

Smirti Irani, menteri urusan perempuan dan anak, baru-baru ini dalam cuitan menulis bahwa kedua orang tua dari setidaknya 577 anak meninggal antara 1 April dan 25 Mei.

Para pakar memperkirakan jumlahnya jauh lebih tinggi.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Puluhan ribu orang meninggal dalam gelombang kedua Covid di India.

Pada akhir pekan lalu, Perdana Menteri Narendra Modi juga mengumumkan langkah untuk membantu anak-anak yatim piatu dengan dana sekitar US$13.970 (Rp198 juta) untuk setiap anak sebagai pembayaran rutin dari usia 18-23.

India memiliki undang-undang adopsi yang ketat. Setiap negara bagian memiliki komisi perlindungan dan kesejahteraan anak.

Sejumlah LSM juga membantu komisi-komisi itu mendata anak-anak yang berisiko.

Secara nasional, ada portal yang dibuka untuk adopsi. Proses adopsi anak dilakukan setelah semua kondisi calon diperiksa dan komisi kesejahteraan anak menetapkan anak yang bersangkutan “secara legal dapat diadopsi.”

Namun tingkat adopsi di India cukup rendah, hanya 3.351 anak yang diadopsi selama satu tahun sampai Maret 2020, sementara masih ada puluhan ribu lain yang yatim piatu.

Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat pada 2019, lebih dari 66.000 anak diadopsi.

Jumlah anak yang kehilangan kedua orang tua meningkat dramatis setelah gelombang kedua di India, kata Anurag Kundu, ketua komisi perlindungan anak.

“Dalam hidup saya, saya tak pernah menyasikan begitu banyak orang meninggal dalam periode waktu singkat. Mereka meninggalkan begitu banyak anak yang berusia di bawah 18 tahun. Ini adalah masa darurat,” kata Kundu.

Di negara bagian paling padat, Uttar Pradesh, lebih dari 1.000 anak menjadi yatim karena Covid, kata Dr Preeti Verma, anggota komisi kesejahteraan anak.

Verma mengatakan secara nasional jumlah anak yatim piatu karena Covid kemungkinan lebih tinggi. Komisi telah meminta bantuan polisi, petugas kesehatan di desa serta para lurah untuk mendata anak-anak yatim, katanya.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Krematorium di berbagai negara bagian kesulitan menampung jumlah jenazah yang harus dibakar.

Menurut Kundu, dalam jangka pendek yang diperlukan adalah perawatan anak-anak ini karena adopsi memerlukan waktu lama.

“Tak mungkin dilakukan adopsi setiap anak,” katanya.

Dengan program pengasuhan, anak-anak yatim piatu akan dijaga oleh keluarga dan teman keluarga mereka dan mereka tak perlu menunggu orang untuk diadopsi.

Para pakar mengatakan dengan program seperti itu, diharapkan akan lebih banyak keluarga yang mau mendaftar untuk merawat anak-anak yatim untuk sementara waktu.

Kekhawatiran perdagangan anak

Banyak orang di India yang menggunakan media sosial untuk mencari pertolongan terkait tempat tidur di rumah sakit, obat dan oksigen. Dan banyak juga yang mengunggah seruan untuk mengadopsi anak yatim piatu.

Namun banyaknya foto dan nomor telepon yang diberikan untuk adopsi anak-anak dikhawatirkan akan meningkatkan perdagangan anak.

Kundu memperingatkan media sosial menjadi tempat orang mencari anak untuk adopsi.

Tim Kundu pernah melihat laman Facebook yang menawarkan anak-anak untuk adopsi, katanya.

“Salah seorang staf saya menelpon nomor di laman Facebook dan mereka memberikan harga US$7,000 (Rp100 juta) per anak. Kami telah melaporkan grup itu ke polisi.”

Banyak juga pihak yang khawatir, anak-anak dieksploitasi untuk digunakan sebagai buruh atau bahkan pekerja seks.

Sonal Kapoor, CEO LSM Protsahan di Delhi mengatakan organisasinya mencatat adanya anak yang salah seorang orang tua meninggal, biasanya sang bapak, dan ibunya meminta anaknya bekerja.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Rumah sakit kewalahan di India.

Anak-anak dalam kondisi seperti itu juga perlu diperhatikan, katanya.

Dalam satu kasus, tambahnya, sang bapak mulai menggerayangi putrinya karena ibunya terbaring lemah karena Covid.

“Anak-anak yatim piatu karena Covid merupakan masalah besar saat ini, namun gambaran sesungguhnya lebih parah. Jumlah anak yang hanya kehilangan satu orang tua juga perlu perhatian,” kata Kapoor.

Kapoor mengatakan LSM Protsahan menerima banyak telepon selama pandemi. Satu telpon datang dari dua anak kecil yang ayahnya meninggal di rumah sakit dan mereka perlu bantuan untuk kremasi karena ibu mereka juga sakit.

Kasus lain, seorang ibu meninggal dan sang ayah sangat trauma dan tak memberi makan anaknya dalam tiga hari.

“Kami dapat telpon dari saudara mereka yang meminta tolong agar anak-anak itu diberi makan,” katanya.

Pemerintah negara bagian mulai menyusun program untuk merawat anak-anak yatim piatu karena Covid, tetapi para pakar mengatakan banyak yang harus dilakukan. Risikonya adalah banyak anak yang akan tumbuh tanpa keluarga.

Sejumlah nama diganti untuk alasan keselamatan.

 

Berita Lainnya

Kemenkes Usut Dugaan Intimidasi terhadap dr Icha

200 Platform Digital Laporkan Penilaian Mandiri PP Tunas

Muhaimin: Perbaikan Tata Kelola MBG Tingkatkan Mutu SDM

Tags: CovidIndiaVirus Coronayatim piatu
Previous Post

Bupati Halsel Jadikan Labuha Sebagai Program Kota Pintar

Next Post

Hari Terakhir Vaksinasi Massal Dipadati Ribuan Warga Kota Ambon

Berita Terkait

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman di Jakarta
Nasional

Kemenkes Usut Dugaan Intimidasi terhadap dr Icha

Sunday, 28 June 2026
200 Platform Digital Laporkan Penilaian Mandiri PP Tunas
Nasional

200 Platform Digital Laporkan Penilaian Mandiri PP Tunas

Friday, 26 June 2026
Muhaimin: Perbaikan Tata Kelola MBG Tingkatkan Mutu SDM
Nasional

Muhaimin: Perbaikan Tata Kelola MBG Tingkatkan Mutu SDM

Tuesday, 23 June 2026
Haji Asal Aceh Meninggal dalam Pesawat Saat Kepulangan
Nasional

Haji Asal Aceh Meninggal dalam Pesawat Saat Kepulangan

Monday, 22 June 2026
Polisi Siagakan 4.576 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
Nasional

Polisi Siagakan 4.576 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

Wednesday, 17 June 2026
BGN Audit Total Dapur MBG Saat Libur Sekolah
Nasional

BGN Audit Total Dapur MBG Saat Libur Sekolah

Tuesday, 16 June 2026
Next Post
Vaksin Massal

Hari Terakhir Vaksinasi Massal Dipadati Ribuan Warga Kota Ambon

STREAMING


Download Aplikasi Radio DMS
Berita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di Ambon

 

Berita Maluku Terkini – Radio DMS

Portal berita yang menyediakan berita ambon, berita maluku, berita maluku hari ini, dan berita ambon hari ini aktual dan terpercaya.

MEDIA GROUP

  • DMS 102,7 FM Ambon
  • Carang TV Ambon
  • Duta 90,9 FM Ambon
  • Duta 98,7 FM Masohi
  • Ambon 96,8 FM Ambon

ALAMAT RADIO DMS

Studio & Kantor

JL. AY. PATTY No. 21, Lt. 2 AMBON, MALUKU 97124
Telp. : 0911-353325, 341900, 353329
Fax. : 0911-347423
Email : marketing@radiodms.com / emahaly@yahoo.com

 

 

  • Disclaimer
  • DMS MEGA Hits
  • DMS Trend 21
  • Home
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Station Radio Di Ambon
  • Tentang Kami

Copyright © 2024. Radiodms.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Berita Maluku
    • Berita Ambon
    • Berita Maluku Tengah
    • Berita Kabupaten Buru
    • Berita Buru Selatan
    • Berita Seram Bagian Barat
    • Berita Seram Bagian Timur
    • Berita Tual
    • Berita Kepulauan Kei
    • Berita Kepulauan Aru
    • Berita Kepulauan Tanimbar
    • Berita Maluku Barat Daya
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Lifestyle
  • Station

Copyright © 2024. Radiodms.com. All rights reserved.