Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Perubahan cuaca menuju musim penghujan berdampak signifikan terhadap ketersediaan ikan di Pasar Binaiya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Hujan yang semakin sering dan intens menyebabkan stok ikan di pasar tersebut terbatas, sehingga harga ikan mengalami kenaikan tajam.
Pantauan di Pasar Binaiya pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIT menunjukkan bahwa stok ikan momar dijual per tumpuk seharga Rp25 ribu. Meski demikian, ikan momar berukuran sedang masih dipasarkan dengan harga Rp20 ribu untuk tiga hingga empat ekor. Sementara itu, ikan kawalinya (selar) dibanderol Rp20 ribu per tiga ekor, dan ikan kembung dijual Rp20 ribu per empat ekor ukuran sedang.
Rahma, salah satu penjual ikan di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa ia memasok ikan dari nelayan di Aira, Kecamatan Amahai, dengan harga lebih dari Rp1,8 juta per bakul (loyang). “Kita beli dari nelayan di Aira sini, biasa pasok dari mereka, kalau kurang baru cari dari luar Masohi,” ujarnya.
Rahma juga mengakui bahwa hasil tangkapan nelayan selama beberapa hari terakhir sangat terbatas. Kondisi ini membuat harga ikan meroket dan berbeda dari pekan-pekan sebelumnya. Ia memperkirakan pada puncak musim penghujan, harga ikan akan terus merangkak naik.
“Ikan masih masuk setiap hari, tapi tidak banyak. Makanya ikan yang kita jual agak mahal. Sudah mulai hujan begini, pasti harga makin naik,” tambahnya.
Rahma juga mengatakan, kondisi cuaca buruk membuat sebagian besar nelayan tidak melaut karena gelombang laut yang tinggi.
Selain dari Aira, ikan-ikan yang dijual di Pasar Binaiya juga dipasok dari beberapa daerah lain, seperti Tehoru, Tanjung di Negeri Sepa, dan daerah selatan Pulau Seram. “Kalau di Masohi ini seperti biasa, ikan yang masuk kebanyakan dari daerah Selatan (Pulau Seram),” pungkas Rahma.
DMS











