Bandung (DMS) – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya etika dan penguatan nalar kritis dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat melakukan kunjungan kerja ke Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu.
Dalam kunjungannya ke SMP Plus Muthahhari, Gibran menyampaikan bahwa AI memiliki peran strategis dalam mendukung proses belajar mengajar, baik bagi guru maupun siswa.
“Penggunaan AI ini penting sekali untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang para guru dan pengajar, serta mempermudah kegiatan pelajar. Tapi di satu sisi, kita juga harus tahu bahwa AI ini ada aturan main dan etika,” ujar Gibran.
Ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tersebut tidak menimbulkan ketergantungan. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis harus tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan.
“AI boleh digunakan, tapi jangan sampai ketergantungan. Berpikir kritis jangan sampai hilang. Pekerjaan rumah jangan hanya mengandalkan AI, tetap harus dicari dan dipahami sendiri jawabannya,” tegasnya.
Selain itu, Gibran juga menyoroti potensi penyalahgunaan teknologi, seperti manipulasi gambar dan suara yang kerap dimanfaatkan untuk tindakan penipuan. Ia menilai literasi digital serta pemahaman etika menjadi kunci agar siswa mampu menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam sesi dialog bersama siswa, Gibran turut menjawab pertanyaan mengenai dampak lingkungan dari perkembangan teknologi AI, termasuk kebutuhan energi dan air dalam operasional industri semikonduktor serta pusat data.
Menurutnya, setiap kemajuan teknologi membawa konsekuensi yang perlu dikelola secara seimbang antara percepatan transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan.
“Kalau bicara AI dan industrialisasi pasti ada plus dan minus. Tantangannya adalah mencari titik tengah. AI-nya jalan, edukasi meningkat, tapi lingkungan juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Gibran juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar mampu membimbing siswa dalam memanfaatkan teknologi secara tepat dan produktif.
Kunjungan kerja tersebut berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 10.15 hingga 11.15 WIB. Setelah itu, Wapres melanjutkan agenda ke Pesantren Baitul Arqam di Kecamatan Pacet.











