Ambon, Maluku (DMS) – Para pedagang ikan segar di Pasar Arumbai Mardika, Kota Ambon, mengeluhkan sulitnya memperoleh pasokan ikan dari nelayan akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga ikan di pasaran.
Salah satu pedagang ikan segar di Pasar Mardika, Noce, kepada Tim DMS Media Group, Sabtu (16/05/2026), mengatakan harga ikan jenis momar dan kawalinya saat ini mencapai Rp850.000 hingga Rp950.000 per loyang. Padahal, dalam kondisi normal harga ikan dari nelayan biasanya hanya berkisar Rp550.000 per loyang.
Menurutnya, kenaikan harga ikan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Saat cuaca buruk, nelayan kesulitan melaut sehingga pasokan ikan menjadi terbatas dan harga pun mengalami kenaikan.
“Kalau cuaca buruk seperti sekarang, ikan sulit didapat dari nelayan. Harga yang biasanya sekitar Rp550.000 per loyang kini naik menjadi Rp850.000 hingga Rp950.000,” ujarnya.
Ia menambahkan, dampak kenaikan harga tersebut juga dirasakan konsumen. Ikan jenis momar dan kawalinya yang biasanya dijual Rp20.000 per tampah kini naik menjadi Rp30.000 hingga Rp50.000 per tampah, tergantung ukuran ikan.
Sementara itu, pedagang lainnya, Ama, mengatakan kenaikan harga ikan sudah terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Menurutnya, cuaca buruk menyebabkan banyak nelayan memilih tidak melaut sehingga stok ikan yang masuk ke pasar menjadi sangat terbatas.
“Kondisi cuaca sangat mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Kalau pasokan berkurang, harga ikan otomatis ikut naik,” katanya.
Ia menjelaskan, pasokan ikan di Pasar Arumbai tidak hanya berasal dari Kota Ambon, tetapi juga didatangkan dari sejumlah daerah lain, seperti Pulau Seram dan Pulau Buru. Karena itu, kondisi cuaca di wilayah perairan turut mempengaruhi distribusi dan harga ikan di pasar.
DMS











