Ambon, Maluku (DMS) – Harga sejumlah komoditas hasil bumi di Kota Ambon menunjukkan pergerakan yang beragam dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan pantauan di sejumlah tempat pembelian hasil bumi, komoditas seperti kopra dan kakao mengalami penurunan harga, sementara pala justru mengalami kenaikan.
Harga kopra saat ini berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram. Angka tersebut turun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari Rp20 ribu per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada kakao. Sebelumnya, pedagang pengumpul membeli kakao dari petani dengan harga antara Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Kini, harga pembelian turun menjadi sekitar Rp45 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cengkeh relatif stabil. Sejak tahun 2025 hingga saat ini, harga pembelian cengkeh oleh pedagang pengumpul masih berada di kisaran Rp118 ribu per kilogram.
Berbeda dengan komoditas lainnya, harga pala mengalami kenaikan. Kenaikan ini bergantung pada jenis dan kualitas pala yang dijual oleh petani.
Untuk biji pala kualitas super, harga naik dari Rp90 ribu menjadi Rp95 ribu per kilogram. Sedangkan pala kualitas biasa meningkat dari Rp80 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.
Pedagang pengumpul menyebutkan bahwa pasokan hasil bumi yang mereka beli tidak hanya berasal dari petani di Kota Ambon, tetapi juga dari berbagai daerah di Maluku seperti Pulau Seram, Pulau Buru, Saparua, hingga Maluku Tenggara.
Komoditas hasil bumi seperti kopra, kakao, cengkeh, dan pala merupakan produk unggulan sektor perkebunan di Maluku yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak petani.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas perkebunan seperti pala dan cengkeh dari Maluku juga memiliki kontribusi penting dalam perdagangan nasional, termasuk sebagai komoditas ekspor unggulan Indonesia ke pasar internasional.
DMS











