Moskow (DMS) – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga 13–17 persen setelah pengumuman gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, berdasarkan data perdagangan pada Rabu pagi.
Pada Selasa (7/4) malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah tercapai kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Dalam pernyataannya, ia juga menyebut Iran menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Merespons kabar tersebut, pasar minyak global langsung bereaksi dengan penurunan harga yang signifikan.
Pada pukul 00.17 waktu setempat, harga minyak mentah Brent berjangka Juni tercatat turun 12,6 persen dibanding penutupan sebelumnya, menjadi 91,92 dolar AS (sekitar Rp1,56 juta) per barel. Penurunan ini menjadi yang pertama sejak 23 Maret, di mana harga Brent kembali berada di bawah level 92 dolar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka Mei juga mengalami penurunan lebih dalam, yakni 16,6 persen, menjadi 94,10 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta) per barel.
Penurunan tajam ini mencerminkan respons pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait jalur distribusi energi global yang selama ini menjadi perhatian utama pelaku pasar.










