Berita Maluku Terkini Hari Ini
  • Berita Maluku
    • Berita Ambon
    • Berita Maluku Tengah
    • Berita Kabupaten Buru
    • Berita Buru Selatan
    • Berita Seram Bagian Barat
    • Berita Seram Bagian Timur
    • Berita Tual
    • Berita Kepulauan Kei
    • Berita Kepulauan Aru
    • Berita Kepulauan Tanimbar
    • Berita Maluku Barat Daya
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Lifestyle
  • Station
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Berita Maluku Terkini - Radio DMS
No Result
View All Result

Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Buruh Rawan Jadi Korban PHK

Radio DMS 1027FM by Radio DMS 1027FM
Thursday, 16 April 2026
in Ekonomi
0
Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Buruh Rawan Jadi Korban PHK

ketua umum apindo shinta kamdani

Jakarta (DMS) – Lonjakan harga plastik menekan dunia usaha hingga merembet ke sektor ketenagakerjaan. Tekanan terhadap dunia usaha dipicu dinamika global yang semakin kompleks, terutama ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok energi dunia, termasuk di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Gangguan tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga minyak mentah dan nafta sebagai bahan baku utama petrokimia global. Selain itu, biaya logistik seperti freight, asuransi, hingga waktu pengiriman juga ikut melonjak, di tengah keterbatasan pasokan bahan baku.

Berita Lainnya

Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Turun pada Kamis

Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS

Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani mengatakan, kondisi ini mendorong kenaikan harga resin plastik yang memberi tekanan signifikan terhadap biaya operasional industri.

“Kondisi ini yang mendorong kenaikan harga resin plastik dan memberikan tekanan langsung dan signifikan terhadap biaya operasional dunia usaha, khususnya sektor yang sangat bergantung pada kemasan seperti makanan dan minuman, FMCG, farmasi, logistik, dan ritel,” kata Shinta kepada detikcom, Kamis, (16/4/2026)

Shinta mengatakan, kenaikan harga bahan baku plastik saat ini sudah melampaui fluktuasi normal. Harga nafta tercatat naik hampir 45%, sementara resin PET melonjak hingga 60%. Di sisi lain, produsen kemasan memangkas kapasitas produksi sekitar 20-30%, yang berdampak pada kenaikan harga kemasan hingga 100-150%.

Menurutnya, pelaku usaha kini berada dalam posisi sulit karena harus menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen demi mempertahankan daya beli, sementara biaya produksi terus meningkat.

Ia menjelaskan, dampak tersebut tidak terjadi secara langsung, melainkan bertahap. Pada fase awal, perusahaan akan melakukan penyesuaian melalui efisiensi operasional, seperti pengurangan lembur, penyesuaian jam kerja, serta menunda ekspansi dan perekrutan tenaga kerja baru.

“Pada tahap awal, dunia usaha akan melakukan langkah penyesuaian melalui efisiensi operasional, seperti penyesuaian jam kerja, pengurangan lembur, serta penundaan ekspansi dan rekrutmen,” imbuhnya.

Potensi PHK

Jika tekanan biaya terus meningkat dan berkepanjangan tanpa adanya kebijakan yang mendukung, kemampuan dunia usaha akan semakin terbatas. Ia memperingatkan adanya potensi pengurangan tenaga kerja, khususnya di sektor padat karya yang sangat bergantung pada kemasan plastik.

“Namun, jika tekanan biaya terus meningkat, berkepanjangan dan tidak diimbangi dengan kebijakan yang mendukung, maka kemampuan dunia usaha akan semakin terbatas. Dalam kondisi tersebut, risiko terhadap penyerapan tenaga kerja akan meningkat, dan dalam situasi tekanan yang berkepanjangan, tidak menutup kemungkinan berujung pada pengurangan tenaga kerja, khususnya di sektor padat karya yang sangat bergantung pada kemasan plastik,” jelas Shinta.

Shinta menilai kondisi ini tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga berpotensi menekan daya beli masyarakat dan mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya respons kebijakan yang cepat, terukur, dan berimbang dari pemerintah.

Dalam jangka pendek, pemerintah diminta memastikan ketersediaan bahan baku dan energi dengan harga yang kompetitif, termasuk menjaga pasokan gas dan listrik serta memperlancar akses bahan baku yang saat ini sangat ketat.

“Pemerintah dapat mengacu pada praktik di negara lain seperti Thailand dalam menjaga stabilitas harga bahan baku plastic (pemerintah mengendalikan kenaikan harga bahan plastik agar tidak membebani konsumen), serta memperkuat pengawasan pada rantai pasok untuk memastikan mekanisme harga tetap wajar dan tidak membebani industri maupun konsumen, termasuk mengantisipasi potensi distorsi atau spekulasi harga plastik,” terang Shinta.

Selain itu, ia mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui kebijakan penggunaan bahan baku daur ulang secara bertahap, disertai insentif bagi pelaku usaha serta dukungan investasi di industri daur ulang. Di saat yang sama, diperlukan kebijakan fiskal yang adaptif, termasuk relaksasi sementara bagi industri terdampak.

“Selain itu, dukungan fiskal dan kebijakan yang adaptif menjadi penting, termasuk relaksasi sementara bagi industri terdampak, serta kehati-hatian dalam menambah beban regulasi baru di tengah tekanan global yang tinggi,” tuturnya.

Shinta memandang momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan impor dengan memperkuat industri petrokimia domestik, termasuk mendorong penggunaan bahan baku alternatif yang lebih stabil. Dengan langkah terintegrasi, Indonesia dapat menjaga ketahanan industri sekaligus meminimalkan dampak terhadap tenaga kerja.

DMS/DC

Tags: BuruhhargaKorbanNaikPHKPlastikrawan
Previous Post

Deddy Mizwar Sebut Popularitas Jokowi Kini Setara Shah Rukh Khan

Next Post

Bahlil Bilang BBM Subsidi Aman: Harga Tak Akan Naik, Insyaallah Selamanya

Berita Terkait

Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Turun pada Kamis
Ekonomi

Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Turun pada Kamis

Thursday, 25 June 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS

Thursday, 25 June 2026
Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram
Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram

Tuesday, 23 June 2026
Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli
Ekonomi

Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli

Sunday, 21 June 2026
Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram
Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Lagi

Saturday, 20 June 2026
Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini
Ekonomi

Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini

Friday, 19 June 2026
Next Post
Bahlil Bilang BBM Subsidi Aman: Harga Tak Akan Naik, Insyaallah Selamanya

Bahlil Bilang BBM Subsidi Aman: Harga Tak Akan Naik, Insyaallah Selamanya

STREAMING


Download Aplikasi Radio DMS
Berita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di AmbonBerita Maluku Ambon dan Radio Di Ambon

 

Berita Maluku Terkini – Radio DMS

Portal berita yang menyediakan berita ambon, berita maluku, berita maluku hari ini, dan berita ambon hari ini aktual dan terpercaya.

MEDIA GROUP

  • DMS 102,7 FM Ambon
  • Carang TV Ambon
  • Duta 90,9 FM Ambon
  • Duta 98,7 FM Masohi
  • Ambon 96,8 FM Ambon

ALAMAT RADIO DMS

Studio & Kantor

JL. AY. PATTY No. 21, Lt. 2 AMBON, MALUKU 97124
Telp. : 0911-353325, 341900, 353329
Fax. : 0911-347423
Email : marketing@radiodms.com / emahaly@yahoo.com

 

 

  • Disclaimer
  • DMS MEGA Hits
  • DMS Trend 21
  • Home
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Station Radio Di Ambon
  • Tentang Kami

Copyright © 2024. Radiodms.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Berita Maluku
    • Berita Ambon
    • Berita Maluku Tengah
    • Berita Kabupaten Buru
    • Berita Buru Selatan
    • Berita Seram Bagian Barat
    • Berita Seram Bagian Timur
    • Berita Tual
    • Berita Kepulauan Kei
    • Berita Kepulauan Aru
    • Berita Kepulauan Tanimbar
    • Berita Maluku Barat Daya
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Lifestyle
  • Station

Copyright © 2024. Radiodms.com. All rights reserved.