Namlea, Pulau Buru (DMS) – Keceriaan Hari Ulang Tahun Ikatan Keluarga Keturunan Tionghoa Buru (IKKTB) ke-3 mewarnai sejarah panjang bagi warga keturunan Tionghoa di Pulau Buru.
Peringatan HUT IKKTB yang digelar pada 10 November 2025 mengangkat tema “Sutra di Jalur Rempah”, menggambarkan perjalanan panjang dan penyatuan budaya masyarakat Tionghoa di Pulau Buru sejak masa lampau.
Sebelumnya, warga Tionghoa mulai masuk ke Pulau Buru secara bertahap sejak awal abad ke tujuh di era prasejarah, hingga masa perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurut Pembina IKKTB Kabupaten Buru, Erwin Tanaya, tema tersebut memiliki makna historis dan filosofis yang mendalam.
“Tema Sutra di Jalur Rempah bukan hanya simbol perjalanan sejarah, tetapi juga penyatuan lintas budaya dan lintas generasi. Kami ingin mengingatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus terus dirawat,” ujar Erwin Tanaya.
Perayaan ulang tahun IKKTB juga menggambarkan hubungan kasih sayang antar umat beragama, di mana dalam komunitas ini terdapat anggota yang beragama Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Konghucu.
Ketua IKKTB Buru, Johariah Tan, menegaskan bahwa keberagaman di tubuh organisasi ini merupakan wujud nyata semangat persatuan.
“IKKTB adalah simpul Bhinneka Tunggal Ika. Kami berbeda-beda, namun tetap satu dalam semangat kebersamaan dan saling menghargai,” ungkap Johariah Tan.
Yang menarik, seluruh undangan yang hadir tampak mengenakan gaun berwarna merah, sementara panggung dihias karpet serta lampion merah menyala. Warna merah bagi warga Tionghoa melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran, serta memiliki akar historis yang kuat dalam budaya mereka.
Acara juga dimeriahkan oleh lima tarian tematik yang digagas langsung oleh Johariah Tan, yakni Tari Boki, Tari Dingdong, Tari Kipas, Tari Ai, dan Tari Sutra dan Teatrikal yang menceritakan alur Sutra di Jalur Rempah.
Tarian-tarian ini melibatkan anak-anak dari Sanggar KIBAR Kreasi Kampus Iqra Buru, Sanggar Fuka BUPOLO, serta anak-anak dari Dataran Danau Rana sebagai pendukung acara.
Kegiatan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Buru, Ikram Umasugi, bersama jajaran Muspida sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan dalam memperingati HUT IKKTB.
“Pemerintah daerah mengapresiasi semangat kebersamaan warga Tionghoa Buru. IKKTB telah menjadi bagian penting dari kekayaan budaya kita,” ujar Bupati Ikram Umasugi dalam sambutannya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh unsur tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat, yang bersama-sama merayakan momen kebersamaan lintas budaya dan lintas iman di Pulau Buru.DMS











