Teheran (DMS) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akan dipandang sebagai deklarasi perang terbuka terhadap bangsa Iran.
Peringatan keras tersebut disampaikan Pezeshkian pada Minggu (18/1) di tengah memanasnya tensi politik antara Teheran dan Washington, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyinggung perlunya “kepemimpinan baru di Iran”.
“Setiap serangan terhadap pemimpin besar kami akan sama dengan perang habis-habisan terhadap bangsa Iran,” tulis Pezeshkian melalui unggahan di platform media sosial X.
Pezeshkian juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kesulitan ekonomi yang dialami Iran. Ia menilai kebijakan permusuhan berkepanjangan dan sanksi yang dijatuhkan Washington beserta sekutunya telah menimbulkan penderitaan luas bagi rakyat Iran.
Menurutnya, sanksi tersebut bersifat tidak manusiawi dan menjadi faktor utama tekanan ekonomi yang terus dialami negaranya.
Ketegangan kedua negara kian memuncak setelah sebelumnya, pada Sabtu (17/1), Trump mengatakan kepada media Politico bahwa sudah “saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran”. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari para pejabat tinggi Iran.
Di hari yang sama, Ayatollah Ali Khamenei juga melontarkan kecaman tajam terhadap Trump dengan menyebutnya sebagai “penjahat” dan menudingnya bertanggung jawab atas korban jiwa serta kerusakan akibat kerusuhan domestik yang terjadi baru-baru ini di Iran.
Hubungan Teheran dan Washington memang terus berada dalam kondisi tegang sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS. Kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran kembali digencarkan, disertai konfrontasi verbal yang semakin sering antara pimpinan kedua negara.
DMS/AC











