Jakarta (DMS) – Delegasi Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) menawarkan program magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.
Ketua delegasi JCCI Hayashi Hiroto mengaku terkesan dengan pelaksanaan MBG yang mampu menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari, jumlah yang setara dengan hampir setengah populasi Jepang.
“Kami menawarkan program magang bagi siswa SMK serta pelatihan untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN sebagai bentuk transfer ilmu. Jepang telah menjalankan program makan siang sekolah sejak 1889,” ujar Hayashi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan saat delegasi JCCI mengunjungi SPPG Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Menurut Hayashi, pengalaman panjang Jepang dalam program makan siang sekolah dapat menjadi referensi penting bagi peningkatan keamanan pangan MBG di Indonesia.
Ia menilai petunjuk teknis dan standar operasional MBG telah memenuhi standar tinggi dan hampir setara dengan Jepang. Perbedaan utama terletak pada tahap pengolahan makanan, khususnya pengukuran suhu sebelum penyajian.
“Di Jepang, setiap menu diukur suhunya dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan keamanan pangan,” katanya.
Delegasi JCCI datang khusus ke Indonesia untuk melakukan studi banding, meninjau langsung dapur produksi, serta sistem distribusi MBG yang dikembangkan dalam waktu singkat dan berskala masif.
Juru Bicara BGN Dian Fatwa menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas dan keamanan pangan MBG sekaligus mempererat hubungan bilateral.
“Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala besar dan kini menjadi rujukan studi banding. Kerja sama ini akan membawa manfaat besar ke depan,” ujarnya.
Kunjungan delegasi Jepang juga meninggalkan kesan mendalam, terutama saat menyaksikan antusiasme para siswa penerima MBG serta sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan.
DMS/AC











