Tual, Maluku Tenggara (DMS) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Dadang Hartanto, mendatangi Kota Tual pada Rabu, 24 Februari 2026, menyusul bentrokan dua kelompok warga di Desa Fiditan, Kecamatan Dulah Utara, yang terjadi sejak Minggu malam, 22 Februari 2026.
Kedatangan Kapolda Maluku dilakukan untuk memfasilitasi penyelesaian konflik dan memastikan situasi keamanan kembali kondusif. Setibanya di Tual, Kapolda langsung menggelar pertemuan dengan perwakilan dua kelompok warga yang bertikai di Desa Fiditan pada Rabu siang. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sebelum dilangsungkannya deklarasi perdamaian.
Proses perdamaian resmi digelar di Balai Desa Fiditan pada Kamis sore, 26 Februari 2026. Agenda diawali dengan penyerahan senjata tajam oleh masing-masing kelompok yang sebelumnya terlibat bentrok. Senjata-senjata tersebut diterima langsung oleh Kapolda Maluku sebagai simbol penghentian kekerasan dan komitmen untuk berdamai.
Selanjutnya, kedua belah pihak menandatangani surat kesepakatan perdamaian yang disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, pimpinan DPRD Tual, unsur TNI dari Tual dan Maluku Tenggara, Kepala Pengadilan, Kepala Kejaksaan Negeri Tual, serta tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Desa Fiditan.
Dalam sambutannya, Kapolda Maluku mengajak seluruh masyarakat Desa Fiditan untuk menghentikan pertikaian dan kembali hidup rukun tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial. Ia menegaskan bahwa konflik hanya akan menghambat kemajuan daerah.
Menurutnya, warga yang terus memicu kekacauan sama halnya dengan tidak menginginkan Kota Tual berkembang dan maju. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta tidak lagi memelihara perpecahan.
Kapolda juga mengimbau warga agar tidak lagi menggunakan penyebutan Fiditan lama dan Fiditan baru. Ia menekankan bahwa yang ada hanyalah satu Desa Fiditan yang harus dijaga bersama demi masa depan yang lebih baik.
Secara khusus, pesan disampaikan kepada para pemuda agar menghilangkan rasa dendam dan kebencian. Setiap persoalan, kata Kapolda, hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin melalui musyawarah dan semangat kekeluargaan, demi mewujudkan Desa Fiditan yang aman, maju, dan modern.
Pantauan DMS Media Group, rangkaian acara perdamaian ditutup dengan buka puasa bersama, sebagai simbol kebersamaan dan awal baru bagi masyarakat Desa Fiditan.
DMS











