Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Lonjakan kasus diare dalam beberapa hari terakhir membuat Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Masohi dipadati pasien. Mayoritas penderita adalah anak-anak, balita, hingga bayi.
Direktur RSUD Masohi, Anang Rumuar, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peningkatan signifikan kasus tersebut. “Kasus diare mulai muncul pertama kali pada 18 November 2025 dengan 3 kasus awal,” jelasnya.
Rumuar menyampaikan bahwa jumlah pasien terus meningkat dan didominasi anak-anak.“Hingga 2 Desember 2025, total pasien yang kami tangani mencapai 76 kasus, sebagian besar merupakan anak-anak, balita, dan bayi,” ungkapnya.
Meski terjadi lonjakan, Anang memastikan layanan tetap berjalan optimal. “Semua pasien yang datang langsung kami tangani. Sebagian dirawat di Ruang Anak, dan kami juga menyiapkan beberapa ruang tambahan untuk mengantisipasi kepadatan,” katanya.
Dari total 76 pasien, sebanyak 51 telah dipulangkan setelah dinyatakan sembuh, sementara sisanya masih menjalani perawatan.
Anang mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan anak. “Kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat sangat penting untuk mencegah penyakit. Orang tua harus lebih peka menjaga kesehatan anak,” tegasnya.
Hingga kini, RSUD Masohi terus memantau perkembangan kasus di lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk langkah penanganan lanjutan guna mencegah peningkatan kasus yang lebih besar.DMS











