Kudus (DMS) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencatat jumlah siswa SMA Negeri 2 Kudus yang terdampak dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 118 orang. Para siswa saat ini menjalani perawatan di tujuh rumah sakit di wilayah Kudus.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mustiko Wibowo mengatakan para siswa dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah. “Jumlah siswa yang dirawat hingga saat ini mencapai 118 orang,” ujarnya, Kamis.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 2 Kudus Dwiyana menyebutkan sebagian siswa sudah dirawat sejak Rabu malam (28/1). Keluhan awal justru muncul di kalangan guru setelah menyantap menu MBG yang dibagikan sekitar pukul 11.45 WIB. Gejala yang dialami antara lain sakit perut, mual, pusing, dan diare.
Dwiyana mengatakan jumlah guru dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut sebanyak 98 orang, sementara jumlah siswa mencapai 1.178 orang. Berdasarkan laporan sementara, sekitar 600 siswa mengalami gejala serupa, namun sebagian besar menjalani perawatan di rumah, termasuk sejumlah guru.
Menu MBG yang dikonsumsi berupa soto ayam suwir, tempe, dan tauge. Pihak sekolah telah memanggil perwakilan penyedia makanan SPPG Purwosari untuk klarifikasi serta melakukan pendataan siswa yang mengalami keluhan. Karena kondisi sejumlah siswa memburuk, pihak sekolah meminta bantuan puskesmas dan ambulans untuk merujuk siswa ke rumah sakit.
Dinas Kesehatan bersama puskesmas setempat terus melakukan penanganan dan investigasi untuk memastikan penyebab keracunan serta mencegah kejadian serupa terulang.