Jakarta (DMS) – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, meninggal dunia pada Minggu pagi di Rumah Sakit Fatmawati setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.
Kabar duka tersebut dibenarkan Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya sosok yang dinilai berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan perlindungan dan pemenuhan hak anak di Indonesia.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Keluarga besar KPAI berduka cita atas berpulangnya pemimpin kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Jasra di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, KPAI kehilangan figur pemimpin yang hangat, tegas, dan berintegritas. Di bawah kepemimpinannya, KPAI memperkuat peran pengawasan serta advokasi demi terciptanya lingkungan yang aman dan ramah anak. Margaret juga dinilai berhasil memperkuat kolektif-kolegial antar komisioner serta memperluas jejaring kemitraan lembaga.
Ia turut mendorong penguatan kelembagaan KPAI sebagai tindak lanjut atas concluding observation Komite Hak Anak PBB terhadap laporan periodik pemerintah Indonesia.
Margaret menjalani perawatan intensif sejak 17 Februari 2026 dan mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.25 WIB setelah 13 hari dirawat.
Almarhumah akan dimakamkan di kampung halamannya di Jombang, Jawa Timur. Sejumlah komisioner KPAI, termasuk Jasra Putra bersama Komisioner Kawiyan dan Aris Adi Leksono, turut mengantar kepergian beliau ke Jombang.
Perempuan kelahiran 11 Mei 1978 itu dikenal sebagai aktivis perempuan. Selain menjabat Ketua KPAI, ia juga merupakan Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama.
Margaret merupakan putri pasangan Mohammad Faruq dan Lilik Chodijah Aziz Bisri. Ia menempuh pendidikan dasar di lingkungan pesantren, melanjutkan MTs dan MAN di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, meraih gelar sarjana di IAIN Sunan Ampel Surabaya, serta menyelesaikan pendidikan pascasarjana Kajian Wanita di Universitas Indonesia pada 2009.
Dedikasi dan pengabdian Margaret Aliyatul Maimunah bagi perlindungan anak di Indonesia akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
DMS/AC











