Ambon, Maluku (DMS) – Kondisi sejumlah fasilitas di Kantor Balai Kota Ambon saat ini memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi di berbagai bagian gedung tidak hanya mengganggu kenyamanan pegawai, tetapi juga berdampak pada masyarakat yang datang untuk mengakses layanan publik.
Berdasarkan pantauan Tim DMS Media Group di Balai Kota Ambon, Rabu (24/6/2026), sejumlah fasilitas umum terlihat mengalami kerusakan. Salah satunya adalah toilet dan saluran air yang tersumbat sehingga menimbulkan bau tidak sedap, terutama di area lantai satu yang menjadi pusat pelayanan publik.
Beberapa pintu toilet yang berada di dekat ruang pelayanan pembayaran pajak tampak kusam dan tidak terawat. Di lokasi tersebut juga terpasang pemberitahuan bahwa fasilitas toilet mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan oleh masyarakat yang datang mengurus berbagai keperluan administrasi.
Dari sejumlah toilet yang tersedia, hanya satu toilet pria yang masih digunakan. Namun, kondisi di dalam ruangan juga kurang terawat. Beberapa fasilitas sanitasi mengalami kerusakan dan terdapat barang-barang bekas yang tersimpan di area tersebut.
Kerusakan juga terlihat pada bagian plafon gedung. Di beberapa koridor, baik di dalam maupun luar bangunan, plafon tampak jebol hingga memperlihatkan rangka atap dan instalasi kabel. Selain itu, kerusakan pada dinding dan plafon juga terlihat di area depan ruang keuangan. Saat hujan turun, air dilaporkan merembes masuk dan membasahi sejumlah ruangan di lantai satu gedung.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Pemerintah Kota Ambon, Yosi Aulele, mengakui adanya sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.
“Kami telah melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan renovasi sekaligus menghitung besaran anggaran yang diperlukan untuk memperbaiki fasilitas pada setiap lantai gedung Balai Kota,” kata Yosi.
Menurutnya, perbaikan yang direncanakan meliputi fasilitas toilet, kamar mandi, jaringan air bersih hingga sistem kelistrikan pada Gedung A dan Gedung B Balai Kota Ambon.
“Perbaikan ini penting dilakukan guna mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan fasilitas yang digunakan masyarakat maupun pegawai berada dalam kondisi yang layak dan nyaman,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas-fasilitas vital di lingkungan Balai Kota.
Yosi menjelaskan bahwa pembenahan jaringan listrik juga menjadi salah satu prioritas karena sebelumnya pernah terjadi gangguan yang berpotensi menimbulkan korsleting.
“Jaringan listrik menjadi perhatian kami karena pernah terjadi gangguan yang berpotensi menyebabkan korsleting. Karena itu, kebutuhan anggaran renovasi akan kami usulkan melalui perubahan APBD agar pekerjaan perbaikan dapat segera dilaksanakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas yang mengalami kerusakan akan dibenahi secara bertahap sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berharap setelah renovasi dilakukan, pegawai maupun masyarakat yang datang mengakses layanan publik dapat merasakan kenyamanan yang lebih baik, termasuk dalam penggunaan fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang pelayanan,” pungkasnya.
DMS











