Istanbul (DMS) – Sejumlah ledakan mengguncang wilayah selatan Iran pada Kamis dini hari setelah kawasan tersebut dilaporkan menjadi sasaran rangkaian serangan terbaru Amerika Serikat. Serangan itu memicu aktivitas sistem pertahanan udara di beberapa wilayah dan meningkatkan ketegangan di kawasan.
Menurut laporan televisi nasional Iran, sedikitnya lima “proyektil musuh” menghantam sebuah lokasi di kawasan Kargan, Kota Minab, yang berada di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Selain di Minab, ledakan juga dilaporkan terdengar di Bandar Abbas. Media Iran menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara turut diaktifkan menyusul adanya dentuman di sejumlah wilayah lain, termasuk Jask, Qeshm, dan Sirik yang berada di provinsi yang sama.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangkaian serangan tambahan yang disebut sebagai tindakan “membela diri” terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan berdasarkan instruksi langsung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Serangan itu diklaim sebagai respons terhadap apa yang disebut Washington sebagai “agresi yang terus berlanjut” dari Iran.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut. Otoritas Iran juga belum memberikan rincian lebih lanjut terkait dampak serangan di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran.
Insiden terbaru ini semakin mempertegas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dalam beberapa waktu terakhir kembali memanas menyusul aksi saling serang dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan Timur Tengah.
MM/AC











