Ambon, Maluku (DMS) – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Siwalima Provinsi Maluku sukses menggelar Lomba Pemandu Museum Siwalima Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Museum Siwalima, Ambon, pada Senin (8/6/2026) ini mengusung tema “Guiding The Future: Young Voice in Museum Tours”.
Ajang ini dirancang menjadi wadah kreatif bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan sebagai pemandu wisata sejarah, sekaligus menjadi motor penggerak dalam melestarikan warisan budaya Maluku.
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 15 tim dari berbagai perguruan tinggi di Kota Ambon. Setiap tim, yang terdiri dari empat peserta, ditantang untuk mengeksplorasi koleksi museum, memilih sejumlah objek bersejarah, serta menyusun brosur informatif yang mengulas tiga koleksi pilihan mereka.
Dalam proses penilaian, dewan juri tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan komunikasi peserta. Kreativitas, penguasaan materi, serta kedalaman pemahaman terhadap sejarah dan budaya Maluku menjadi aspek utama penentu kemenangan.
Tim Victory UKIM Sabet Juara I
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Tim Victory dari Prodi Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berhasil meraih Juara I dengan perolehan 2.804 poin. Posisi Juara II diraih Tim Squad Alta dari Politeknik Negeri Ambon dengan 2.637 poin, sementara Juara III diraih Tim Glory dari Prodi Hukum UKIM dengan 2.510 poin.
Pada kategori harapan, Harapan I diraih Tim Pattimura dari Prodi Sejarah Universitas Pattimura dengan 2.470 poin. Harapan II diraih Tim Cahaya Nusa dari Prodi Administrasi Publik STIA Alaska dengan 2.435 poin, sedangkan Harapan III diraih Tim Sparta dari Prodi Sejarah Universitas Pattimura dengan 2.390 poin.
Sementara itu, penghargaan Tim Favorit diberikan kepada Tim Empat Pilar dari IAIN Ambon yang memperoleh 2.341 poin.
Apresiasi dan Harapan untuk Generasi Muda
Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Museum Siwalima Provinsi Maluku, Helga Sahetapy, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari peserta, dewan juri, hingga tim penyelenggara.
“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang. Bagi tim yang belum berhasil meraih juara, tetap junjung tinggi sportivitas dan jadikan ini sebagai pengalaman untuk terus mengembangkan kemampuan diri,” ujar Helga
Ia juga menambahkan, “Kami berharap generasi muda dapat terus berkreasi, berinovasi, dan aktif berbagi pengetahuan mengenai warisan budaya kita. Mari kita jadikan Museum Siwalima ini sebagai pusat inspirasi dan edukasi yang bernilai tinggi.”
Menghidupkan Museum sebagai Ruang Publik yang Dinamis
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Museum Siwalima Maluku, Meify Mailoa, memaparkan bahwa saat ini Museum Siwalima menyimpan sebanyak 5.302 koleksi yang merepresentasikan perjalanan panjang sejarah dan kehidupan masyarakat Maluku.
Meify berharap kegiatan interaktif seperti lomba pemandu dan penyusunan brosur ini dapat mendekatkan literasi sejarah kepada generasi z dan milenial.
“Melalui lomba pemandu dan penyusunan brosur ini, kami ingin generasi muda kita semakin kenal, cinta, dan menghargai koleksi serta sejarah daerahnya sendiri.
Kita ingin mengubah stigma; Museum Siwalima tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda mati bersejarah, tetapi harus berkembang menjadi ruang publik yang hidup, dinamis, dan edukatif bagi generasi muda,” tegas Meify Mailoa.
Melalui suksesnya penyelenggaraan Lomba Pemandu Museum Siwalima Tahun 2026, museum ini diharapkan dapat memantapkan perannya. Bukan sekadar penjaga memori masa lalu, melainkan sebagai pusat pelestarian budaya yang atraktif agar generasi muda Maluku tidak kehilangan identitas kulturalnya.
DMS











