Ambon, Maluku (DMS) – Tekanan publik terhadap penanganan kasus kematian siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Tual terus menguat. Belasan mahasiswa dari berbagai organisasi di Maluku menggelar aksi demonstrasi di Ambon, mendesak aparat penegak hukum membuka secara transparan seluruh proses hukum yang tengah berjalan.
Aksi yang berlangsung di pusat kota itu diwarnai dengan orasi dan penyampaian tuntutan secara terbuka. Massa menilai, hingga saat ini penanganan kasus masih menyisakan tanda tanya, terutama terkait kejelasan proses hukum dan jaminan keadilan bagi keluarga korban.
Koordinator lapangan aksi, Rezki S Rahakbau, menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci utama dalam mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus tersebut.
“Publik berhak mengetahui perkembangan penanganan perkara ini, apalagi menyangkut hilangnya nyawa seorang pelajar,” ujarnya.
Sorotan tajam juga diarahkan pada kebijakan pemindahan lokasi persidangan dari Tual ke Pengadilan Negeri Ambon. Menurut massa aksi, keputusan tersebut berpotensi mempersempit akses keluarga korban untuk mengikuti jalannya sidang secara langsung.
Rezki menilai, langkah tersebut tidak mempertimbangkan aspek keadilan substantif bagi keluarga korban.
“Pemindahan sidang ini bisa menjadi hambatan. Seharusnya negara hadir mempermudah, bukan justru mempersulit,” tegasnya.
Selain menuntut transparansi, mahasiswa juga mendesak aparat penegak hukum agar memberikan kepastian hukum yang tegas. Mereka meminta agar pihak yang terbukti bersalah dijatuhi hukuman sesuai ketentuan tanpa intervensi pihak manapun.
Massa aksi juga mengingatkan agar kasus ini tidak berlarut-larut dan hilang dari perhatian publik. Mereka menilai, pengawalan masyarakat sipil sangat penting untuk memastikan proses hukum berjalan objektif dan akuntabel.
Selama unjuk rasa berlangsung, aparat keamanan tampak berjaga guna memastikan situasi tetap kondusif. Aksi berjalan tertib hingga massa membubarkan diri.
“Seperti diketahui, kasus ini mencuat setelah seorang siswa MTs di Tual dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan yang disebut-sebut melibatkan oknum aparat. Peristiwa tersebut memicu perhatian luas dari masyarakat dan berbagai elemen, termasuk mahasiswa.”
“Saat ini, perkara tersebut tengah diproses secara hukum di Ambon. Meski demikian, tuntutan publik agar penanganan dilakukan secara transparan, adil, dan tuntas terus bergema.”
“Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan keadilan benar-benar dirasakan oleh keluarga korban.”
DMS











