Sidoarjo (DMSS) – Mantan Ketua DPRD Jawa Timur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, dilaporkan hilang sejak Rabu (4/6). Ia diduga dibawa oleh tiga pria tak dikenal dari peternakan ayam miliknya di Dusun Wonokayun, Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Kabar tersebut disampaikan anak kedua Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong. Menurutnya, sang ayah terakhir kali terlihat di peternakan ayam yang selama ini menjadi tempat tinggalnya sejak akhir 2023.
“Sejak Desember 2023, Bapak sudah tidak tinggal di rumahnya di Sedati Asri, Sidoarjo, maupun di Surabaya. Beliau memilih menetap di peternakan,” ujar Teddy kepada CNNIndonesia.com, Minggu (8/6).
Teddy mengungkapkan, beberapa hari sebelum hilangnya Kusnadi, sejumlah orang mencurigakan terlihat berkeliaran di sekitar peternakan. Salah satu dari mereka disebut-sebut memiliki logat Madura.
Pada Selasa (3/6), menurut keterangan pegawai peternakan, ada seseorang yang menginap di lokasi tersebut. Orang tersebut tampak akrab dengan Kusnadi, meski tidak tidur sekamar.
“Versi pegawai saya, orang itu menginap dan terlihat dekat dengan Bapak. Logat bicaranya seperti orang Madura,” tutur Teddy.
Keesokan harinya, Rabu (4/6) sekitar pukul 11.00 WIB, Kusnadi dijemput oleh tiga pria. Satu orang berbincang langsung dengan Kusnadi, satu menunggu di dekat tiang listrik, dan satu lagi berada di dalam mobil yang menyala.
“Pegawai saya sempat bertanya kepada Bapak apakah akan kembali malam itu, dan beliau menjawab akan pulang karena pakan ayam habis. Tapi setelah itu, Bapak tidak pernah kembali,” ujar Teddy.
Ia sempat menghubungi sang ayah melalui telepon dan pesan WhatsApp. Meskipun pesan terkirim dan panggilan tersambung, Kusnadi tidak memberikan balasan. Kini nomor teleponnya sudah tidak aktif.
Awalnya, Teddy mengira ayahnya sedang kecewa karena ia tidak bisa menemaninya ke Blitar untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara. Namun setelah beberapa hari tanpa kabar, keluarga memutuskan melapor ke polisi.
Adik Teddy telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balongbendo. Laporan diterima dengan Nomor: STPLKO/02/VI/2025/SPKT/JATIM/SDA/BALBEN. Polisi menginformasikan bahwa posisi terakhir Kusnadi terdeteksi di wilayah Pamekasan, Madura.
“Kami bingung karena setahu saya, Bapak tidak ingin bepergian jauh karena sedang sakit dan dalam masa pemulihan,” kata Teddy. Ia menambahkan akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur pada Selasa (10/6).
Diketahui, Kusnadi tengah terseret dalam kasus dugaan korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Pemprov Jawa Timur tahun anggaran 2019–2022.
Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang lebih dulu menjerat mantan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 21 tersangka dalam perkara ini, termasuk sejumlah anggota DPRD dan pihak swasta.
Sejumlah tersangka yang telah dicegah bepergian ke luar negeri antara lain: KUS, AI, AS, MAH, FA, dan JJ dari kalangan penyelenggara negara, serta BW, JPP, HAS, SUK, AR, WK, AJ, MAS, AA, AH, AYM, RWS, MF, AM, dan MM dari kalangan swasta.DMS/CC











