Jakarta (DMS) – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan peringatan 1 Muharam 1447 Hijriah sebagai momentum untuk melakukan transformasi diri secara spiritual, intelektual, dan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Menag dalam acara peringatan 1 Muharam tingkat kenegaraan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (26/6) malam.
“Bagaimana kita menghayati hikmah hijrahnya Rasulullah SAW? Ada hijrah fisik, intelektual, spiritual, bahkan hijrah dalam hal prestasi dan waktu,” ujar Menag dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (27/6).
Ia menekankan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan geografis dari Makkah ke Madinah, melainkan awal perubahan besar dalam sejarah peradaban manusia, dari kegelapan menuju pencerahan.
“Apa artinya memperingati Muharam jika justru terjadi degradasi kualitas individu?” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, keputusan para sahabat Nabi menjadikan peristiwa hijrah sebagai dasar penanggalan Islam menunjukkan betapa pentingnya momen tersebut dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW.
“Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, banyak opsi penanggalan yang diajukan. Sayyidina Ali lalu mengusulkan momen hijrah sebagai awal kalender Islam, dan itu disepakati para sahabat,” jelasnya.
Menag juga menyoroti relevansi hijrah dalam konteks kehidupan masa kini sebagai ajakan untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
“Hijrah berarti meninggalkan segala keburukan menuju kebaikan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, hijrah memiliki makna spiritual mendalam sebagai proses meninggalkan perbuatan tercela menuju akhlak mulia.
“Hijrah berarti menjauhi kemaksiatan dan mendekat kepada kebaikan dan akhlak yang terpuji,” ujarnya.
Ia juga menyoroti aspek sosial hijrah, khususnya dalam menjaga keadilan dan mencegah kerusakan sosial seperti praktik korupsi.
“Saya mengutip Muhammad Asad dalam The Message of the Quran, yang menekankan larangan untuk berbuat kerusakan di muka bumi,” ungkapnya.
Peringatan 1 Muharam 1447 H Tingkat Kenegaraan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Peaceful Muharam 1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri, duta besar negara sahabat, pimpinan ormas Islam, serta masyarakat umum.DMS/AC











