Dobo, Kepulauan Aru (DMS) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperkuat komitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui rangkaian kegiatan di Kabupaten Kepulauan Aru. Program dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan untuk mendorong peningkatan akses keuangan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Kegiatan yang digelar antara lain sosialisasi peran Satgas PASTI dan IASC untuk aparatur sipil negara (ASN), business matching bagi pelaku usaha termasuk UMKM perempuan, edukasi keuangan sejak dini di SMP Negeri 2 Dobo, serta rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kepulauan Aru.
Sosialisasi mengenai penanganan kegiatan usaha tanpa izin di sektor keuangan dan kejahatan siber digelar di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Aru. Kegiatan dibuka Wakil Bupati Kepulauan Aru, Mohamad Djumpa, dan diikuti 150 ASN. Narasumber berasal dari OJK Maluku dan Polres Pulau Aru.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan ASN di Kepulauan Aru memahami risiko investasi ilegal dan kejahatan siber, sehingga bisa menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Aru, Mohamad Djumpa.
Sebanyak 65 pelaku usaha, termasuk UMKM perempuan, mengikuti forum business matching yang membahas akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, dan peluang jaringan bisnis lokal. Narasumber berasal dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Aru serta PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Pulau Aru.
“Business matching ini diharapkan membuka ruang kolaborasi antara pelaku usaha dengan lembaga keuangan. Kami ingin UMKM Aru semakin mandiri dan berdaya saing,” jelas perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Aru.
Edukasi keuangan juga diberikan kepada 160 siswa dan guru SMP Negeri 2 Dobo. Kegiatan bertujuan menumbuhkan gerakan gemar menabung melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). PT BPD Maluku dan Maluku Utara Cabang Dobo memaparkan layanan Simpanan Pelajar (SimPel).
“Kami ingin sejak dini para pelajar terbiasa menabung, sehingga literasi keuangan bisa menjadi budaya positif di masa depan,” kata Kepala SMP Negeri 2 Dobo, saat mendampingi kegiatan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan rapat pleno TPAKD di Kantor BPKAD Aru. Rapat dipimpin Wakil Bupati Aru dan dihadiri Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, selaku pengarah TPAKD.
Forum tersebut membahas tantangan geografis Aru yang terdiri dari 678 pulau dengan keterbatasan infrastruktur, sehingga diperlukan kolaborasi lintas pihak. Rapat menghasilkan empat fokus program kerja TPAKD, yakni:
- Pengembangan ekonomi daerah: business matching, pembiayaan UMKM, dan penguatan sektor perikanan.
- Perluasan akses keuangan: penyaluran KUR, perluasan agen Laku Pandai, dan program KEJAR.
- Peningkatan digitalisasi UMKM: pengembangan merchant QRIS.
- Peningkatan literasi dan inklusi keuangan: edukasi bersama lembaga jasa keuangan serta pemangku kepentingan.
“OJK hadir sebagai pengarah sekaligus mitra strategis mendukung program kerja TPAKD Kabupaten Kepulauan Aru. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah 3T tidak tertinggal dalam akses keuangan,” tegas Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf.DMS











